Sukses itu Mudah

share to

Kemalasan bisa terjadi pada siapapun. Banyak faktor yang menyebabkan timbulnya rasa malas pada diri kita. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam az-Zarnuji dalam kitabnya, bahwa faktor kemalasan disebabkan oleh kurangnya perhatian terhadap keutamaan ilmu. Sebagai seorang santri tentu hal ini sangatlah disayangkan jika penyakit kronis ini didera dan tak kunjung usai. Apakah kita rela menjadi korban kemalasan yang berakibat kegagalan? Apakah kita sudi semua waktu kita terbuang dengan percuma? Tidakkah Nabi besar Muhammad  telah mewanti-mewanti kepada umatnya agar memanfaatkan sebagian besar waktunya untuk hal-hal yang berguna.

Untuk mengantisapasi hal tersebut, setidaknya kami mempunyai beberapa metode ampuh yang dapat meretas kemalasan pada diri kita. Berikut kami sajikan untuk pembaca yang budiman.

Mempunyai cita-cita yang tinggi

Lemahnya kemauan adalah faktor utama timbulnya rasa malas pada diri kita. Ada pepatah yang sering kita dengar bahwa seseorang tanpa impian bagaikan menempuh perjalanan tanpa arah tujuan. Sedangkan seseorang yang hidupnya termotivasi oleh impiannya bagaikan burung yang terbang dengan kedua sayapnya.

Tentunya hal ini dapat menjadi bahan acuan kita untuk mempunyai cita-cita dalam setiap apa yang kita lakukan. Bila kita tidak mempunyai cita-cita maka kita akan kehilangan gairah dalam kehidupan kita.

Waktu bagaikan pedang

Bila kita ingin sukses maka kita dituntut untuk melihat proses yang ditempuh oleh orang sukses itu. Kita jangan melihat apa yang mereka peroleh tapi lihatlah seberapa besar apa yang ia korbankan demi menggapai kesuksesan itu.

Faktor waktu menjadi salah satu komitmen yang harus kita jaga. Ketika kita mengingat waktu yang singkat ini maka secara otomatis diri kita akan terdorong menjadi giat dan selalu semangat. Karena apa-apa yang telah kita perbuat tidak mungkin bisa terulang kembali.

Tinggalkan kebiasaan yang tidak bermanfaat

Terkadang kita lupa akan tujuan pertama kali saat menginjakkan kaki di pondok tercinta ini. Renungkanlah dan pikirkanlah! Seberapa jauh dan besar apa yang kita peroleh selama menimba ilmu di pondok ini. Jika apa yang kita perolah masih jauh dari target maka perlu bagi kita untuk mendaur ulang setiap aktivitas kita. Jika aktivitas kita sudah baik maka kita harus mempertahankannya. Dan jika aktivitas kita menyalahi komitmen awal kita maka kita harus memanage kembali waktu kita.

Hindari teman malas

          Ada dua hal yang yang sangat berpengaruh pada kehidupan sehari-hari kita, buku yang kita baca dan teman di sekitar kita. Disebutkan dalam sebuah kitab bahwa jika kita ingin mengetahui baik atau buruknya budi pekerti seseorang maka cukuplah bagi kita dengan melihat orang-orang di sekitar dia. Sebagaimana ketika ada orang yang sedang mendekati penjual parfum atau minyak wangi maka si penjual akan mempersilahkan calon pembelinya untuk mencobanya.

Sedangkan orang yang hanya melihatnya maka sudah pasti akan mendapatkan bau harumnya. Maka dari itu bertemanlah dengan orang-orang pintar dan rajin belajar. Karena hal itu akan membawa perubahan dalam kehidupan kita.

Konsisten yang kuat

          Semua hal yang menjadi bagian dari impian kita itu akan tercapainya dengan mudah. Asalkan didukung oleh usaha dan komitmen yang besar dan tinggi. Seseorang jika menginginkan cita-citanya tercapai tanpa susah payah berati ia telah menyia-nyiakan usianya untuk mencari sesuatu yang mustahil.

Begitulah segelintir metode yang sengaja penulis sajikan kepada pembaca. Mudah-mudahan dengan adanya metode-metode yang telah penulis paparkan di atas menjadi semacam pelecut untuk meraih kesuksesan kita di pondok tercinta ini.[]

/Doel AE

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net