Tulisan Facebook yang Berbobot

share to

 

Aliran Wahabi serta ajaran-ajarannya patut kita waspadai, mengingat pemikiran-pemikiran mereka yang mulai merasuk masyarakat kita. Sedikit demi sedikit, lewat media massa seperti radio dan televisi, dan media sosial seperti Twitter dan Facebook, pola pikir mereka merasuki masyarakat .

Berbagai vonis berat dengan mudah dilontarkan oleh dai-dai mereka seperti bidah, syirik bahkan kafir sekalipun. Hal tersebut akan membuat masyarakat kita meninggalkan amaliah-amaliah Ahlusunah wal-Jamaah yang telah mengakar kuat selama ini seperti tawasul, istighasah, doa bersama, Maulid Nabi dan semacamnya.

Untuk itu, buku yang merupakan kumpulan tulisan atau catatan di Facebook milik Ust. Idrus Ramli ini hadir untuk membendung pergerakan dakwah Wahabi, terutama dakwah mereka lewat Facebook. Apalagi dilengkapi dalil-dalil ilmiah Ahlusunah, penjelasan mengenai ibadah yang dituding bidah, serta menguak skandal para ulama Wahabi mengenai pendapatnya sendiri. Hampir semua dialog sang pengarang direkam oleh buku ini.

Dengan bahasa ringan seringan bahasa Facebook, kita akan dengan mudah memahami seluruh isi buku ini berupa suguhan sebuah kebenaran yang yang justru tidak mereka ketahui selama ini mengenai amaliah-amaliah yang tidak pernah diajarkan nabi, namun juga disunahkan bagi kita untuk dikerjakan. Sehingga amaliah seperti tawasul, istighasah, doa bersama, Maulid Nabi menjadi tradisi Ahlusunah yang sampai saat ini tidak bisa terhapus dari rutinitas masyarakat.

Meski cuma beberapa tulisan dari Facebook, buku setebal 600 halaman ini tidak kalah berbobot dengan buku-buku ilmiah terbitan Sidogiri Penerbit yang lain. Buku ini akan menambah pengetahuan baru yang segar tentang Wahabi.[]

=====

Judul: Wahabi Gagal Paham
Penulis:
Muhammad Idrus Ramli
Penerbit: Sidogiri Penerbit
Peresensi: Abrari Ahmadi

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net

Chat WA dengan kami