Tes Lisan Wisuda Istimewa ke-8

share to
Konsentrasi: salah satu peserta tes lisan wisuda istimewa ketika membaca kitab Fathul Qarib di hadapan juri.

Tarbiyah Idadiyah kini menapaki usianya yang ke-8. Sebagai persiapan bagi santri-santri usia dini, program baca kitab cepat dengan model klasikal dan menggunakan metode buatan Sidogiri sendiri ini diharapkan bisa mendidik santri usia dini agar mampu membaca kitab Fathul-Qarîb dengan baik dalam waktu satu tahun.

Di samping itu, setiap tahunnya Tarbiyah Idadiyah juga mewisuda santri-santri yang berhasil menyelesaikan program al-Miftah selama setengah tahun. Wisuda ini disebut dengan Wisuda Istimewa.

Tes lisan Wisuda Istimewa Tarbiyah Idadiyah ke-8 dilaksanakan di Balai Tamu Pondok Pesantren Sidogiri pada malam Sabtu (23/10). Tes ini diikuti oleh 50 murid Idadiyah yang telah menyelesaikan 4 jilid al-Miftah dengan Fathul-Qarîb hatam.  

Perbedaan dengan tahun-tahun sebelumnya adalah murid yang tes pada tahun ajar ini menyelesaikan program bisa baca kitab hanya dalam kurun waktu 2 bulan, sedangkan pada tahun-tahun sebelumnya ditempuh selama 4 bulan. “Peserta wisuda istimewa kali ini berjumlah 59 santri baru yang menempuh jilid al-Miftah dengan Fathul-Qarîb hatam selama kurang lebih 2 bulan setengah. Dari 59 anak tersebut yang gagal dites tulis ada 9 orang, sehingga yang tes lisan hanya 50,” ungkap Ust. Jakfar Sodik, Ketua Panitia Wisuda.

Baca Juga: Ust Qusyairi Ismail Tekankan Akhlak Santri Idadiyah

Tes wisuda ini juga diikuti oleh 208 murid yang duduk di kelas Taqrib 2 (Taqrib Istimewa, red) Idadiyah. Taqrib Istimewa ini adalah sisa murid Idadiyah yang tidak wisuda di tahun sebelumnya. Materi tes untuk Taqrib Istimewa hanya sampai bab nikah.

Mengenai prosesi wisuda, panitia masih belum mengetahui apakah akan diperbolehkan oleh pihak pengurus harian atau tidak. “Rencananya kita akan mengajukan setelah adanya tes. Yang jelas, meskipun tidak boleh dilaksanakan secara seremonial kita akan berusaha untuk tetap untuk melakukan wisuda di dalem pengasuh saja untuk yang kategori hatam, karena memang masih harus social distancing,” jelas Ust. Jakfar.

Adapun penilaian wisuda istimewa sebagai berikut:

  1. Tes tulis harus mencapai rata-rata 90,00
  2. Tes lisan harus mencapai rata-rata minimal 80,00. Tes lisan hanya bisa diikuti setelah lulus tes tulis.

“Untuk yang tes lisan, karena memang ini wisuda istimewa untuk yang kategori hatam, ada tiga tes, 1. Tes tulis (Mabna an-Nawawi lt. 4) 2. Tes lisan di sini (Balai Tamu, red) 3. Tes lisan di hadapan koordinator. Kalau sudah dari Ustaz Qusyairi Ismail (Koordinator) baru anak itu bisa dinyatakan wisuda,” pungkas beliau ketika ditemui di lokasi tes.

________

Penulis: Moh Kanzul Hikam

Editor: Saeful Bahri bin Ripit

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net

1 Comment

  1. dari jumlah yg di tes itu ustadz apa ada sanri dri berau kaltim yg bru masuk tgl 20 dzulhijjah trmkh anyak atas infonya

    Post a Reply

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *