BeritaUnggulan

Tingkatkan Kualitas Pembina MQS, Tatimmah Gelar Pelatihan Bacaan Al-Qur’an

Memasuki tahun ajaran 1446–1447 H, Bagian Tata Kelola Tim Al-Miftah (Tatimmah), diberi tugas untuk juga mengelola dan mengawasi lembaga-lembaga pengguna Metode Qur’ani Sidogiri (MQS) di luar pesantren. Amanah ini merupakan langkah nyata dalam upaya penguatan dan pengembangan MQS secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut pengelolaan, Tatimmah menetapkan sejumlah kebijakan baru, di antaranya pembentukan kepengurusan Qur’ani Daerah (Qurda) di berbagai wilayah. Kebijakan ini diharapkan mampu memperluas jangkauan sekaligus memastikan kualitas penerapan MQS tetap sesuai standar yang telah ditetapkan.

Baca juga: Komitmen Tingkatkan Kualitas, Tatimmah Bentuk Qurani Daerah

Tidak berhenti pada tataran struktural, Tatimmah juga berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Pada Jum’at, 5 Desember, Tatimmah menyelenggarakan pelatihan bacaan Al-Qur’an bagi seluruh pembina MQS. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dipusatkan di Lawang, Malang, dan diikuti oleh 74 peserta yang terdiri dari peserta luring (offline) dan daring (online) melalui platform Zoom.

Pelatihan ini dirancang untuk menyeragamkan bacaan Al-Qur’an para pembina sesuai dengan standar Metode Qur’ani Sidogiri. MQS sendiri merupakan metode pembelajaran membaca Al-Qur’an yang dirancang khusus untuk anak-anak, dengan pendekatan yang ramah, menyenangkan, serta didukung oleh nada bacaan khas dan sistem pembelajaran yang interaktif.

Dalam pelatihan ini juga terdapat sesi outbound yang diikuti seluruh peserta.

Melalui kegiatan ini, Tatimmah berupaya memandu dan memantapkan kefasihan bacaan serta ketepatan nada para pembina MQS agar selaras dengan standar baku yang telah ditetapkan. Hal tersebut sejalan dengan komitmen Tatimmah dalam menjaga kualitas dan konsistensi metode di seluruh lembaga pengguna.

Kepala Tatimmah, Ust. Qusyairi Ismail, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mendorong pengembangan MQS ke depan. Di antaranya adalah pembinaan bacaan bagi para mu’allim secara berkala setiap dua pekan, serta penyegaran materi MQS agar tetap relevan dan efektif dalam proses pembelajaran.

Dengan berbagai ikhtiar tersebut, Tatimmah berharap MQS dapat terus berkembang sebagai metode pembelajaran Al-Qur’an yang unggul, berkualitas, dan mampu menjawab kebutuhan pendidikan Qur’ani di berbagai daerah.

Penulis: Moh. Syauqillah
Editor: Fahmi Aqwa

Shares:
Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *