Gelar Aksi Bersih Sungai Sidogiri, Sie Sosial Gandeng Beberapa Pihak
Ahad pagi (06/08), Sie Sosial Milad Pondok Pesantren Sidogiri ke-289 Tahun dan Ikhtibar Madrasah Miftahul Ulum ke-90 Tahun melaksanakan kegiatan bersih-bersih sungai, dimulai dari jembatan Banat I sampai jembatan balai desa Sidogiri di timur Pasar Ngempit. Kegiatan ini bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Aparatur Desa Sidogiri, Dinas Pengairan, dan warga desa Sidogiri. Selain itu, 20 personel Bansus 1455 dan lima tentara Bintara Pembina Desa (Babinsa) turut serta dalam kegiatan ini.
Sebelum beraksi, para relawan melakukan apel bersama panitia inti dan panitia Sie Sosial di Lapangan PPS. Dalam sambutannya, Ust. Ahmad Muntahal Hadi selaku Ketua Sie Sosial mengharapkan keseriusan dan kesungguhan dari para relawan yang terlibat. “Setelah disurvei, sungai di jembatan Banat I dan dam Balai Desa Sidogiri adalah titik paling parah untuk dibersihkan. Untuk itu, kami harap keseriusan dari para relawan yang terlibat, supaya manfaat kegiatan ini bisa dirasakan oleh masyarakat,” ujar Kepala Bagian Tugas Mengajar-Tugas Belajar (TMTB) dan Dai tersebut.
Baca juga: Kebersihan Sebagian dari Iman
Seluruh relawan dibagi di dua titik lokasi; sungai Banat I dan sungai Balai Desa Sidogiri. Relawan di sungai Banat I akan menyusuri aliran sungai sampai bergabung dengan relawan di balai desa. Tujuannya, agar memaksimalkan pembersihan di sungai balai desa yang rawan sampah.
Dalam pelaksanaannya, 50 warga turun langsung ke sungai untuk membersihkan, memungut, dan mengangkut sampah sungai ke atas. Juga diketahui, terdapat enam petugas dari DLH, dan sepuluh dari Dinas Pengairan Provinsi Jawa Timur yang turut terjun di tengah aliran sungai. Para petugas berfokus untuk membersihkan area-area yang sulit dijangkau seperti di bawah kolong jembatan yang penuh dengan tumpukan bambu, kayu serta ranting pepohonan yang bercampur dengan lumpur.

Setelah itu, Tim Semut Ibrahim, anggota Sie Sosial, serta 10 personel Bansus 1455 bertugas untuk mengangkut sampah ke dua mobil pick-up yang telah disiapkan untuk kemudian dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA) yang berada di Lapangan PPS bagian selatan.
Di sungai Balai Desa Sidogiri, para relawan terlihat antusias memungut sampah yang nampak menggunung. Tepat di bawah jembatan, relawan bergotong-royong membongkar tumpukan ranting dan batang pohon yang terlihat menahan aliran sungai dan mengangkutnya ke atas permukaan.
Selain itu, personel bansus 1455 tampak menarik batang pohon yang menyangkut di pinggir dam lalu menggergajinya, agar tidak menghambat arus sungai yang mengalir. Selanjutnya, personel bansus 1455 menarik kayu berat dari atas jembatan, dan dibantu petugas di bawah sungai.

Pengangkutan batang pohon memerlukan tenaga ekstra dikarenakan ukurannya yang besar. Oleh karena itu, dibutuhkan gergaji mesin untuk memotong batang menjadi beberapa bagian untuk kemudian diangkat dengan bantuan tali.
Bapak Anshori, bagian Dinas Pengairan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan bersih-bersih sungai ini, serta menegaskan urgensinya dalam menjaga lingkungan sungai. “Bersih-bersih sungai di antara tujuannya ialah untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan mencegah banjir. Karena itu, kami berterima kasih pada panitia Milad Sidogiri atas pelaksanaan kegiatan ini,” katanya.
Ust. Ahmad Umar Tajuddin sebagai Admin Sie Sosial berharap melalui kegiatan ini masyarakat bisa sadar dan peduli pada lingkungan, terutama sungai. “Dengan kegiatan bersih-bersih sungai ini, diharapkan muncul kesadaran dari masyarakat sekitar untuk meningkatkan kepedulian dengan tidak membuang sampah ke sungai, supaya sungai terjaga dari pencemaran,” ucap Wakil VI Madrasah Miftahul Ulum Ibtidaiyah tersebut.
Penulis: Imam Rohimi| Reporter Kabar Ikhtibar











