BeritaUnggulan

Malam Pembukaan Milad ke-289: Perpaduan antara Kemegahan Visual & Makna Spiritual

Acara pembukaan Milad Sidogiri ke-289 dan Ikhtibar MMU ke-90, dimulai pada malam Senin, (14/08). Acara yang berlokasi di lapangan Pondok Pesantren Sidogiri (PPS) ini dihadiri oleh KH. A. Fuad Noerhasan (Pengasuh Ponpes Sidogiri), pengurus harian, staf pengajar Madrasah Miftahul Ulum, keluarga Sidogiri, 63 mudarris LPBAA, serta diikuti oleh santri dan murid PPS.

Acara ini menyuguhkan beragam penampilan, mulai dari pembacaan kasidah Burdah bab kedua yang berbicara tentang hawa nafsu, sebagai pembuka. Disusul dengan Asmaul Husna yang dibaca oleh 82 anggota pengisi acara, lalu disambung dengan pembacaan syair shalawat.

Setelah transisi video qurani, penampilan dilanjutkan dengan pembacaan tilawah Surah adz-Dzariat ayat 40-46 , Surah an-Nisa’ ayat 135 serta surah Yusuf ayat 53-55 yang mengisyaratkan tentang merdeka dari hawa nafsu.

Baca juga: Geladi Kotor Milad Sidogiri ke-289: Panitia Inti Lakukan Evaluasi dan Berikan Suntikan Semangat

Seluruh penampilan yang sudah dipersiapkan selama 4 bulan ini bertujuan untuk menghadirkan kedalaman makna spiritual. “Perayaan Milad ini mengajak audiens untuk kembali merenung, menata niat, dan meneladani perjuangan para Masyayikh Sidogiri untuk merdeka dari jajahan hawa nafsu,” tutur Ust. Miftahul Huda selaku ketua sie acara.

Puncak dari semua segmen tersebut, peresmian oleh Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri, KH. A. Fuad bin Noerhasan, dengan surah al-Fatihah. Kemudian diresmikan secara simbolis oleh Mas Achmad Sa’dulloh Abd. Alim dengan pemukulan bedug.

Meriah: atraksi permainan drum menjadi penampilan yang mengundang decak kagum penonton.

Usai peresmian, atraksi drum yang beriringan dengan peluncuran ratusan firework dan 1000 balon memeriahkan panggung milad. Penempatan atraksi dan firework ini setelah peresmian merupakan bagian dari inovasi Milad ke-289. “Ini kami maksudkan agar kemeriahan hadir sebagai bentuk syukur, bukan sekadar daya tarik di awal,” jelas Ust. Miftahul Huda yang juga berkhidmah sebagai staf pengajat MMU Tsanawiyah.

Pada sambutan sesi pertama, seluruh panitia inti maju dan menyampaikan sambutan secara bergantian. Hal ini menjadi simbol kebersamaan dan tanggung jawab bersama dalam menyukseskan Milad Sidogiri ke-289.

Dalam sambutan sesi kedua, Ust. H. A. Saifullah Naji menyampaikan beberapa informasi, di antaranya keharusan wali santri mengisi laporan putranya semasa liburan. “Kami berharap kalian menjaga akhlak yang baik, shalat berjamaah, melanjutkan wirid yang dilakukan di Sidogiri, dan tadarus al-Quran,” harap Sekretaris Umum PPS ini.

Tim penabuh shalawat pada malam pembukaan Milad Sidogiri 289.

Tak kalah menarik, hymne Sidogiri yang mengekspresikan madah kepada para masyayikh menjadi segmen yang begitu menyejukkan hati. Setiap larik baitnya terkandung pesan kuat untuk meneladani jejak masyayikh dalam memerangi hawa nafsu.

Acara berlanjut dengan mauizhatul hasanah yang disampaikan oleh dua narasumber, yakni KH. Muhammad Faiz Syukron Makmun, dai asal Jakarta. Dalam ceramahnya, beliau menyebut Sidogiri sebagai pesantren luar biasa karena mengabdi untuk ilmu agama hampir selama 300 tahun. Selain itu, beliau menegaskan keistimewaan Pesantren Sidogiri terletak pada sanad keilmuan. “Jangan pernah memandang kitab sebagai buku biasa, karena kitab sebagai perjalanan ilmu yang menembus abad serta menyambung sanad,” jelas putra dari KH. Syukron Makmun tersebut.

Penulis: Imam Rohimi| Reporter Kabar Ikhtibar

Shares:
Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *