BeritaUnggulan

Urusan TMTB dan Dai Gelar Rapat Koordinasi Akhir Guru Tugas

Pengurus Pondok Pesantren Sidogiri (PPS) dalam hal ini urusan Tugas Mengajar-Tugas Belajar (TMTB) dan Dai menggelar rapat koordinasi akhir dengan pada malam rabu (15/09). Acara yang bertempat di Masjid Jamik Sidogiri ini, dihadiri oleh Mas H. Achmad Sa’dullah Abd. Alim, Bendahara Umum PPS, Mas Aminulloh Bq, Ketua I PPS, segenap Koordinator Wilayah, wali kelas 3 Aliyah dan Tsanawiyah, serta seluruh guru tugas.

Dalam sambutannya, Ust. Muntahal Hadi, Kepala TMTB dan Da’i menyerahkan kembali guru tugas kepada Ketua I PPS, setelah para guru tugas telah merampungkan tugas mengajar mereka.

Baca juga: Eratkan Jejaring Lembaga Penerima Guru Tugas, Urusan TMTB dan Dai Gelar Musamma

“Pada bulan Ramadhan lalu, kami diberikan amanah oleh Ketua I untuk menyebarkan guru tugas ke lembaga-lembaga yang membutuhkan tenaga pengajar dan saat ini kami kembalikan lagi”. jelasnya

Selanjutnya, Mas Aminulloh Bq, Ketua I PPS, menerima kembali para guru tugas yang telah bertugas kurang lebih selama 10 bulan, terhitung sejak tanggal 20 Syawal 1446 H hingga 15 Sya’ban 1447 H.

“Kami menerima guru tugas sekaligus melepas status guru tugasnya menjadi santri aktif PPS” tutur staf pengajar Aliyah tersebut.

Bendahara Umum PPS, Mas H. Achmad Sa’dulloh Abd. Alim memberi arahan kepada seluruh guru tugas

Terakhir, Bendahara Umum PPS, Mas H. Achmad Sa’dulloh Abd. Alim memberi pesan serta arahan kepada seluruh guru tugas untuk mengevaluasi seluruh perjalanan mereka selama menjadi guru tugas. Guru tugas tidak hanya mengemban tugas mengajar, tapi mereka juga belajar untuk menjadi guru yang baik. Selain itu, beliau juga memberikan peluang kepada seluruh guru tugas untuk mendaftar sebagai guru tugas tathowwu’ (sunnah) atau menjadi Da’i supaya bisa meneruskan perjuangan dakwah di tengah-tengah masyarakat.

“Jika menemukan kekurangan dalam mengajar, maka kembalilah duduk di bangku murid. Namun, apabila sanggup untuk meneruskan perjuangan dakwah jangan ragu untuk mendaftarkan diri menjadi Da’i karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan ilmu agama dari para da’i yang sudah menyelesaikan pendidikannya di pesantren “ terang Mas Achmad.

Penulis : Syahrul Maulana| Wartawan lepas
Editor: Moh. Syauqillah

Shares:
Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *