Lomba Panahan Tradisional; Panitia Hanya Libatkan Santri & Murid
Berbeda dengan peringatan milad tahun lalu, Lomba Panahan Tradisional yang telah digelar kedua kalinya ini hanya melibatkan santri dan murid Pondok Pesantren Sidogiri (PPS). Menurut data yang terkumpul, ada sebanyak 114 pemanah yang ikut andil memeriahkan lomba milad ini. Para peserta yang telah terdaftar ini saling beradu kemahiran di lapangan PPS pada Sabtu pagi (12/08).
Ketua Sie Lomba, Ust Ahmad Barizi Chasbulloh, menuturkan alasan diadakannya lomba ini khusus untuk santri internal, karena menjaga efisiensi waktu dan anggaran. Selain itu, peserta internal PPS jauh lebih unggul secara kuantitas dan kualitas dibanding peserta luar pesantren. Hal itu menjadi bahan evaluasi sehingga pelaksanaan lomba panahan pada milad tahun ini hanya diperuntukkan bagi santri PPS. “Setelah dicoba lomba panahan nasional pada milad tahun lalu, ternyata peserta PPS mengungguli peserta luar pesantren secara jumlah dan keterampilan,” jelas Wakil III MMU Tsanawiyah tersebut.
Baca juga: Tiga Kategori Lomba Hadir dalam Lomba Nasional Milad Sidogiri 289
Dalam pelaksanaannya, panitia membagi lomba ke dalam empat babak; babak penyisihan, 16 besar, 8 besar dan final. Untuk menyingkat waktu, panitia hanya menyediakan 5 rambahan dengan 4 anak panah, dan 2 rambahan dengan 3 anak panah. Di setiap rambahan, suasana lomba terlihat asyik, apa lagi dengan adanya iringan musik membuat semangat para peserta semakin berkobar.
Selama proses shooting, peserta wajib mengenakan quiver untuk membawa maksimal empat anak panah, dan menggunakan busur Horse Bow. Mereka juga harus berdiri di area waiting line sambil menunggu giliran untuk masuk ke area shooting line. Setelah selesai menembak dan meninggalkan area tersebut, giliran peserta berikutnya memasuki area shooting, sementara peserta sebelumnya kembali ke area waiting line.
Setiap bantalan target diisi dengan 12 pemanah dengan ketentuan maksimal tiga pemanah diperkenankan melakukan shoot bersamaan. Penilaian dilakukan setelah anak panah menancap pada bantalan target yang diawasi oleh para petugas dan tim scoring, guna menjaga sportivitas pertandingan.
Baca juga: Grand Opening Lomba Milad, Junjung Tinggi Sportivitas
Setelah melewati pertandingan yang sangat sengit selama kurang lebih 4 jam, panitia pun menentukan peserta yang berhak menjadi juara panahan tradisional kali ini. Ananda Syukron Maulana berhasil menyabet juara 1, disusul dengan juara 2 yang diberikan kepada suadara Muhammad Riza Fasya, terakhir juara 3 dianugerahkan kepada M. Ali Makki.
Ananda Syukron Maulana mengungkapkan keberhasilannya dalam lomba ini; “Alhamdulillah. Semua ini berkat bimbingan dari guru saya dan doa dari masyayikh Sidogiri, serta berkah dari tawasul al-Fatihah pada tiga imam mazhab panahan dan Shahabat Saad bin Abi Waqqas. Selain itu, keberhasilan ini berangkat dari rasa semangat untuk mengasah kemampuan panahan saya setelah sering dihujat oleh teman seperjuangan.”
Sebagaimana lomba olahraga lain, penganugerahan lomba panahan tradisional turut dilaksanakan langsung setelah perlombaan final selesai. Hal ini demi mempermudah kinerja panitia sie lomba dan bisa fokus ke rangkaian lomba Milad.
Penulis: Imam Rohimi| Reporter Kabar Ikhtibar












