Dalam upaya peningkatan redaksional majalah dinding, Pengurus Badan Pers Pesantren (BPP) menggelar kelas menulis untuk pemula yang dikemas dalam tema, “Dari Mading Menuju Penerbit,” pada Rabu malam (24/06). Bertempat di ruang Auditorium Kantor Sekretariat Pondok Pesantren Sidogiri, kegiatan tersebut dihadiri oleh segenap awak redaksi majalah dinding di bawah pengawasan dan pembinaan BPP.
Ustadz M. Khoiron Abdulloh, S.Pd., hadir sebagai pemateri. Ia mengawali pemaparannya dengan berbagai cerita perjalanan menulisnya. Ia mengisahkan perjalanannya sejak menjadi redaksi Mading Jurnalis Santri, hingga kini ia diamanahi sebagai Editor Sidogiri Penerbit.
Dengan berbekal militansi dan konsistensi, ia mengaku telah sukses menulis buku yang berjudul, “Muslimah Teduh”. Buku yang diterbitkan oleh Penerbit Quanta ini, kini telah tersedia di berbagai toko Gramedia di seluruh Indonesia.

“Militansi dan konsistensi selalu membuahkan hasil yang manis. Pelan-pelan, tetapi pasti. Pada akhirnya, redaksi Mading Jurnalis, KorEksi, dan Madinah ini telah mempunyai karya buku,” tutur alumni Sidogiri yang pernah menjuarai lomba artikel ilmiah populer nasional di event Milad ke-285 Pondok Pesantren Sidogiri.
Memasuki sesi pemaparan materi, pria asal Jember ini juga mengharuskan penulis pemula untuk mengabaikan teori dan kaidah rumit terlebih dahulu. Ia mengatakan konsentrasi pada teori saja tanpa berupaya mengimplementasikannya akan memperlambat perkembangan skil menulis.
“Di awal-awal belajar menulis, kita harus bodoh amat dengan kaidah kepenulisan, yang penting menulis, menulis, dan menulis. Kaidah dan teori menulis, perlahan dipelajari seiring berjalannya proses belajar,” ujar Redaksi Sidogiri Media ini.
Lebih lanjut, eks. Koordinator Media ISS tersebut juga membocorkan rahasia sederhana untuk mengembangkan keterampilan menulis. Ia menyarankan agar setiap kali menemukan penggalan kalam hikmah di buku atau kitab yang dibaca, pembaca langsung mencoba untuk menjabarkannya kembali dengan bahasa sendiri.
“Apabila kalian menjumpai penggalan hikmah, maka uraikan. Hal ini dapat mengasah kemampuan menulis,” tuturnya.
Dalam upaya menginspirasi audiens, dengan mengutip nasihat Ustadz Alil Wafa, ia mengatakan bahwa di antara khidmah yang paling keren di pondok, yaitu berkhidmah di ranah media.
“Di antara khidmah paling keren itu khidmah di media,” tegasnya.
Dengan adanya pelatihan ini, pengurus BPP berharap para jurnalis majalah dinding bisa meningkatkan kualitas tulisan mereka dan bisa memahami betul kaidah dasar jurnalistik. Acara pun diakhiri dengan diskusi interaktif dan doa bersama.
Penulis: Syahrul Maulana
Editor: Elmaghroby












