BeritaUnggulan

Rapat Triwulan Sekretariat: Tugas sebagai Jalan Khidmah kepada Masyayikh

Seluruh staf di bawah koordinasi Sekretaris Umum Pondok Pesantren Sidogiri menggelar komunikasi triwulan yang ditempatkan di Ruang Auditorium Kantor Sekretariat pada Ahad malam (02/08). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengurus pelaksana, mulai dari Sekretaris I hingga VI, Badan Pengelolaan dan Pengembangan Sumber Daya Insani (BP2SDI), Lembaga Psikologi dan Bimbingan Konseling (LPBK), hingga Badan Pengembangan Sistem dan Teknologi Informasi (BPSTI).

Baca juga: Diskusi panel LPSI: Bahas Implementasi Praktik Muamalah Salaf dalam Transaksi Elektronik

Sekretaris Umum Pondok Pesantren Sidogiri, Ustadz H. A. Saifulloh Naji, turut hadir sekaligus memberikan arahan kepada seluruh petugas yang berkhidmah di Kantor Sekretariat. Dalam sambutannya, beliau mengingatkan agar setiap tugas yang dijalankan tidak sekadar dipandang sebagai rutinitas administratif, tetapi juga diniatkan sebagai bentuk pengabdian kepada masyayikh dan pesantren.

“Jadikanlah tugas-tugas kalian sebagai motivasi untuk terus bersemangat dalam khidmah kepada masyayikh. Sebab tanpa arahan dari masyayikh, jalan yang kita tempuh akan berbelok dari kebenaran,” ungkap beliau.

Setelah rapat triwulan, setiap personalia berpencar untuk melaksanakan komunikasi bersama pengurus pelaksana masing-masing

Staf pengajar Madrasah Miftahul Ulum (MMU) Aliyah tersebut juga menekankan pentingnya menjaga amanah dalam menjalankan tugas, termasuk dengan menghindari segala bentuk pelanggaran dan penyalahgunaan fasilitas. Menurutnya, seluruh inventaris yang disediakan pesantren harus digunakan secara bertanggung jawab.

“Jangan disalahgunakan. Setiap fasilitas atau inventaris itu pergunakanlah dengan sebaik-baiknya, jangan ada unsur pelanggaran,” tegasnya.

Potret: Gus Tholhah Ma’ruf sedang melakukan komunikasi bersama personalia BPSTI

Tidak hanya soal amanah dalam penggunaan fasilitas, Ustadz H. A. Saifulloh Naji juga mengingatkan seluruh petugas untuk senantiasa menjaga muruah Pondok Pesantren Sidogiri. Terlebih, mereka yang bertugas di Kantor Sekretariat memiliki posisi strategis dalam memberikan pelayanan kepada masyayikh dan berbagai unsur pesantren.

Komunikasi jalur koordinasi bawahan Sekretaris I

Menurut beliau, seorang santri pada hakikatnya adalah khadim bagi masyayikh. Karena itu, ketika mendapat arahan dan tugas, hendaknya dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab serta tidak menyimpang dari haluan yang telah ditetapkan.

“Khususnya kalian yang berkhidmah di Kantor Sekretariat, tingkatkan pelayanan serta akhlak kalian terhadap masyayikh. Karena Kantor Sekretariat adalah jendela Sidogiri, sebuah ruang tamu Sidogiri. Maka jagalah itu semua, lebih disiplinkan lagi dalam menjalankan tugas hingga akhir masa jabatan nanti,” pesan beliau di hadapan 439 petugas di bawah koordinasi Sekretaris Umum.

Sambutan Sekretaris Umum dihadapan para petugas Kantor Sekretariat

Rapat dilanjutkan dengan penyampaian usul, saran, serta komunikasi antarpengurus pelaksana. Sebelum sesi tersebut dimulai, Ustadz H. A. Saifulloh Naji kembali menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik dalam organisasi.

Baca juga: Pendaftaran Gelombang II Sidogiri Capai 2.199 Santri Baru, Panitia Optimalkan Layanan Cepat

Menurut beliau, komunikasi yang intensif diperlukan agar setiap persoalan dapat segera diselesaikan dan tidak berkembang menjadi miskomunikasi yang berpotensi menghambat kinerja. Setiap pengurus juga diharapkan menjadikan organisasi sebagai ruang belajar dan meningkatkan kemampuan dalam mengelola amanah, bukan sekadar tempat berkumpul dan melampiaskan persoalan pribadi.

“Organisasi bukan seperti warung kopi. Organisasi adalah tempat kita berkhidmah, meningkatkan literasi kita dalam mengelolanya, dan tempat kita belajar hal yang belum pernah kita pelajari sebelumnya,” tegas beliau.

Baca juga: Lima Finalis Tampilkan Kemampuan Terbaik pada Final Ujian Baca Kitab MMU Aliyah

Melalui komunikasi triwulan ini, diharapkan seluruh petugas di bawah koordinasi Sekretaris Umum semakin memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing. Lebih dari sekadar menjalankan pekerjaan administratif, setiap tugas diharapkan menjadi bagian dari khidmah kepada masyayikh dan upaya menjaga marwah Pondok Pesantren Sidogiri.

Penulis: Nijaful Ali
Editor: Elmaghroby

Shares:
Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *