Kemajuan sains melambangkan perkembangan kemampuan berpikir manusia. Namun, tidak jarang hal tersebut malah ditabrakkan dengan konsep nash yang sudah final dalam agama. Salah satu perdebatan yang tidak pernah menemui titik terang adalah soal teori Darwin.

Pembahasan tersebut diulas dalam program kegiatan Bincang Akidah pada Kamis malam (30/10) dengan mengangkat tema, “Penciptaan Manusia: antara Wahyu dan Teori Evolusi” yang diprakarsai oleh Annajah Center Sidogiri (ACS).
Salman Alfarisi selaku Sekretaris Acara mengaku bahwa mendiskusikan topik tersebut tetap relevan, karena selalu bergulir di tengah warganet. “Mengkaji kasus saintifik dengan pisau literatur klasik melatih daya analisis,” tambahnya.
Forum diskusi ilmiah yang mengajak para aktivis kajian, terdiri dari anggota ACS, LMF, dan LPSI senior untuk berpikir kritis tersebut berlokasi di halaman mabna Al-Ghazali. Hadir pula dua staf pengajar Madrasah Miftahul Ulum (MMU) Aliyah, Ustadz Moh. Yasir Zuhri dan Ustadz Afifuddin sebagai dewan musahih.
“Musahih Bincang Akidah kali ini adalah figur yang memiliki kecakapan dalam ilmu sejarah sekaligus pakar ACS,” terangnya.
Secara teknis, pelaksanaan Bincang Akidah kali ini tidak jauh berbeda dengan yang pertama pada (10/09) yang menerapkan dua sesi. Hanya, kali ini peserta diberikan pertanyaan khusus yang sesuai dengan spesialisasi kajiannya.
Baca juga: Drama Adu Penalti, Kuliah Syariah Melaju ke Semifinal
Pada sesi pertama, peserta diberikan kesempatan untuk mengemukakan gagasannya terkait tema kajian dengan sudut pandang forum kajiannya, seperti Forum Kajian (FK) Ushul Fiqh.
“Sesi kedua membahas soal sesuai informasi yang terhimpun di sesi pertama,” sambungnya.
Selain tingkat relevansi tema yang sering diperbincangkan, Pemimpin Redaksi Buletin Tauiyah itu juga menegaskan bahwa faktor utama yang mendorong panitia memilih tema tersebut adalah rekomendasi Direktur ACS, Ustadz Achyat Ahmad.
Salman juga menceritakan awal perjalanan kegiatan Bincang Akidah yang ditandai keinginan kuat Pengasuh ke-12 PPS, KH. A. Nawawi Abd. Djalil, untuk mengadakan musyawarah yang berbasis akidah.
Selain manfaat yang dirasakan oleh peserta yang berpartisipasi, panitia juga berharap besar agar acara ini menjadi titik awal semaraknya diskusi akidah di Sidogiri.
Penulis: Muhammad Fajar
Editor: Elmaghroby












