BeritaUnggulan

Mauidzah Haul Ke-21 KH. Abdul Alim, Habib Taufiq: Kiai Lim Wariskan Jejak Para Salaf

“Dunia itu terkutuk, begitu juga seluruh isinya, kecuali zikir kepada Allah, orang alim yang mengamalkan ilmunya, dan orang yang selalu ingin belajar. Tiga hal tersebut ada di diri Kiai Abdul Alim,” jelas Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf saat memberi Mauidzah Hasanah pada peringatan haul ke-21 Hadratus-Syaikh KH. Abdul Alim bin Abd. Djalil, Ahad (26/05).

Meski sempat diguyur hujan, tidak sedikitpun mengurangi rasa semangat para alumni, simpatisan, dan walisantri untuk ikut serta meramaikan pembacaan Yasin dan Tahlil di Pondok Pesantren Sidogiri. Hadir pula Habib Abu Bakar bin Hasan Assegaf, Habib Ahmad bin Muhammad al-Habsyi dan Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf.

Baca Juga: KH. Abdul Alim bin Abd. Djalil, Anggap Santri sebagai Amanah

Dalam mauidzah-nya, Habib Taufiq mengenang Kiai Abdul Alim sebagai sosok yang sangat alim dan tidak pernah bosan mengaji. Baginya, Kiai Abdul Alim adalah sosok ulama yang sulit ditemukan pada zaman ini, sebab kerendahan hati dan tidak banyak bicara. “Kiai Lim jarang sekali tidur di waktu malam dan lebih sering diam,” jelasnya.

Tampak para tamu undangan, termasuk KA. Fuad bin Noer Hasan

Selain itu, Kiai Abdul Alim dikenal sebagai sosok yang sangat menaati teladan para salaf. Habib Taufiq bercerita bahwa dahulu Kiai Abdul Alim pernah diajak dakwah lewat radio, tetapi beliau menolaknya dengan halus. “Kiai Lim menolak ajakan dakwah lewat melalui radio, dengan alasan hal itu tidak pernah dilakukan oleh para pendahulunya,” kenang Habib Taufiq.

Di sisi lain, Ketua Rabithah Alawiyah tersebut juga menerangkan pentingnya menjaga nafsu dan tidak membiarkannya mengajak kita kepada perkara jelek. “Nafsu itu mengajak pada keburukan, maka lawanlah dan jangan biarkan ia bersarang dalam jiwamu,” tegasnya.

Habib Taufiq berharap, keturunan Kiai Abdul Alim dapat mewarisi jejak langkah ayahandanya. Menjadi salaf sejati nan suci jiwanya hingga diridhai oleh Allah. “Sosok seperti beliau itu sangat langka di zaman ini. Sedikit orang yang konsisten dalam ibadahnya, kecuali beliau yang selalu istikamah beribadah, bahkan ketika semua orang pada tidur.”

“Semoga dengan abadinya jejak langkah beliau, Pondok Pesantren Sidogiri tetap menjadi ikon bagi pesantren salaf lainnya,” pungkas Habib Taufiq dalam mauidzahnya.

Penulis: Nijaful Ali
Editor: A. Kholil

Shares:
Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *