BeritaNon-Katagori

Ngopi LPSI Soroti Masa Depan Literasi Keislaman di Era Digital

Kuliah Syariah Pondok Pesantren Sidogiri kembali menggelar diskusi ilmiah melalui program Ngobrol Pintar (Ngopi) pada Kamis malam (30/07). Bertempat di depan Gedung as-Suyuthi, kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota Lembaga Penelitian dan Studi Islam (LPSI) Forum Kajian Junior serta sejumlah perwakilan dari Annajah Center Sidogiri (ACS).

Salah seorang peserta memaparkan argumennya

Mengusung tema, “Dari Kitab ke Konten: Transformasi atau Kemunduran Literasi Keislaman”, diskusi ini bertujuan mengkaji arah perkembangan literasi keislaman di tengah pesatnya kemajuan teknologi digital. Melalui forum tersebut, peserta diajak mendiskusikan bagaimana tradisi keilmuan berbasis kitab dapat berjalan beriringan dengan perkembangan media digital tanpa kehilangan nilai dan otoritas ilmiahnya.

Baca juga: Apresiasi Imda I: 34 Murid dan Guru MMU Tsanawiyah Terima Penghargaan

Kepala Bagian Kuliah Syariah, Ustadz Abdul Qodir, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam pola belajar masyarakat. Konten-konten keislaman yang beredar di berbagai platform digital kini menjadi salah satu sumber rujukan bagi banyak orang.

“Melalui diskusi ini, kami ingin mengkaji apakah perkembangan digital dalam penyebaran ilmu menjadi sebuah kemajuan atau justru melahirkan kemunduran dalam tradisi keilmuan Islam,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua LPSI, Ustadz Muhammad Hubby Abdillah, menyampaikan bahwa tema yang diangkat berangkat dari fenomena semakin banyaknya masyarakat yang mempelajari agama hanya melalui konten singkat di media sosial.

“Tema ini kami angkat sebagai respons terhadap maraknya masyarakat yang belajar ilmu agama hanya melalui video-video pendek di media sosial,” ungkapnya.

Dalam diskusi tersebut, para peserta menegaskan bahwa perkembangan teknologi bukanlah sesuatu yang harus ditolak. Sebaliknya, media digital dapat menjadi sarana efektif untuk menyebarkan ilmu keislaman apabila dimanfaatkan oleh orang-orang yang memiliki kapasitas keilmuan dan otoritas yang memadai.

Baca juga: Pendaftaran Gelombang II Sidogiri Capai 2.199 Santri Baru, Panitia Optimalkan Layanan Cepat

Oleh sebab itu, para akademisi dan pegiat dakwah diharapkan turut mengambil peran dalam menghadirkan konten-konten keislaman yang kredibel, sehingga masyarakat memiliki rujukan yang benar dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi keagamaan yang keliru atau menyesatkan.

Melalui kegiatan ini, LPSI berharap lahir kesadaran bahwa transformasi media tidak boleh menggeser tradisi keilmuan Islam yang berlandaskan kajian kitab dan bimbingan para ulama. Sebaliknya, kemajuan teknologi hendaknya dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperluas akses masyarakat terhadap ilmu agama yang autentik, sistematis, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Penulis: Muhammad Rofiul Qodri
Editor: Elmaghroby

Shares:
Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *