“Dalam membuat buku, kita mengambil gagasannya dari mana, atau idenya seperti apa. Lalu kita tentukan tema tulisannya sesuai gagasan yang kita buat tadi,” ungkap Ustadz Achyat Ahmad dalam kelas menulis lanjutan bertajuk, “Dari Outline Menuju Buku: Menghimpun Data, Menyelaraskan Bahasa”.
Baca juga: Haul ke-61 KH. Noerhasan bin Nawawie, Momentum Teladani Sosok Ulama dan Sufi
Dalam pemaparannya, Ustadz Achyat menjelaskan bahwa untuk langkah awal membuat buku adalah menyusun gagasan utama. Gagasan yang dimaksud, yaitu ide baru yang memperkenalkan suatu problematik yang jarang atau belum banyak dikonsumsi oleh publik.
“Setelah menentukan gagasannya seperti apa, kita buat outline yang menjadi peta kita dalam menulis,” tutur Ustadz Achyat Ahmad di Ruang Auditorium Kantor Sekretariat.
Baca juga: Nuansa Kesufian dalam Kehidupan KH. Noerhasan bin Nawawie
Penulis buku Islam 1.0: dari Keimanan Menuju Peradaban tersebut menjelaskan beberapa pembagian outline yang perlu diketahui oleh penulis dalam merancang sebuah buku. Salah satunya, beliau menekankan pentingnya mengenali sasaran pembaca saat membuat karya ilmiah maupun buku umum.
“Semisal kita tidak tahu siapa sasaran pembaca yang dituju, penulisan kita bisa menjadi tidak jelas. Pemilihan kosakata atau penarasiannya cenderung ambigu dan sulit dimengerti,” tegas staf pengajar Madrasah Miftahul Ulum (MMU) Aliyah tersebut.

Di hadapan para peserta pada Senin malam (10/08), penulis buku Aswaja untuk Pemula ini juga membagikan pola struktur buku yang dapat diterapkan. Ustadz Achyat menjelaskan bahwa pola perjalanan intelektual (intellectual journey) sangat menarik jika diterapkan pada buku ilmiah populer. Dengan pola penulisan ini, pembaca merasa diajak melakukan perjalanan pemikiran, bukan sekadar menyimak perkuliahan.
Baca juga: 58 Ranting Ikuti Muammar Tsanawiyah, Ajang Evaluasi Hasil Belajar Antar-Madrasah
Oleh karena itu, Ustadz Achyat Ahmad merekomendasikan buku bacaan yang memiliki pola menarik dan merangsang cara berpikir. “Buku yang saya rekomendasikan ini adalah karya Yuval Noah Harari yang bertajuk Homo Deus: A Brief History of Tomorrow. Perlu diingat, saya merekomendasikannya karena pola penulisannya sangat menarik melalui intellectual journey,” jelas beliau.
Baca juga: BMS: Ajang Anggota Kafah Asah Nalar Kritis
Selanjutnya, Ustadz Achyat secara runtut memaparkan tata cara serta fungsi pembuatan bab dan sub bab sebagai kerangka outline. Beliau mengingatkan segenap para peserta agar tidak menyusun bab yang terkesan seperti artikel mandiri yang berdiri sendiri.
“Buatlah bagian akhir bab satu agar dapat mengantar atau menjadi jembatan bagi pembaca untuk melanjutkan ke bab berikutnya,” pungkas beliau, yang kemudian menutup sesi materi sebelum dilanjutkan dengan dialog interaktif dan doa penutup.
Penulis: Nijaful Ali
Editor: Elmaghroby











