Kompetisi grand musabaqah antarmurid madrasah ranting (Muammar) berlangsung spektakuler. Sebanyak 32 dari 211 madrasah ranting Pondok Pesantren Sidogiri tingkat Ibtidaiyah, pada Ahad 18 Oktober 2026 saling menunjukan talenta dan kompetensi di 12 jenis perlombaan. Masing-masing madrasah tentu saja mengutus murid-murid terbaik mereka demi menyabet gelar “Juara Umum Grand Muammar #5”.
Sejak pukul delapan pagi hari, MMU A: 01 Lebaksari yang terpilih menjadi tuan rumah dalam perhelatan kompetisi akbar ini mulai dipadati oleh seluruh peserta. Dewan guru pendamping, Bansus IASS, serta masyarakat sekitar, turut memeriahkan acara.
“Tidak hanya dari kalangan Panitia, tetapi lapisan masyarakat juga turut memeriahkan kompetisi ini,” tutur Ustadz Ibnu Abdul Ghoni, Ketua Panitia Acara
Matahari mulai merangkak naik saat jarum jam menunjuk angka 12. Teriknya semakin menyengat, tetapi tetap tidak dapat menyurutkan semangat peserta, justru menyalakan daya antusiasme mereka. Lomba berlangsung selama 120 menit, terhitung mulai pukul 10.30 hingga 13-30 WIB. Saat jarum jam menunjukkan 13.30 WIB, lomba demi lomba mulai berakhir.
Usai seluruh perhelatan lomba berakhir, nilai atau poin dari para dewan juri sudah direkapitulasi, kini acara pun bergulir ke sesi pembagian hadiah.
Pembagian hadiah berlangsung semarak, riuh gemuruh peserta dan penonton memenuhi area sekitar pentas. Satu per satu juara masing-masing lomba menaiki pentas utama guna mengambil piala yang dianugerahkan oleh panitia. Usai pembagian hadiah masing-masing lomba, acara pun bergulir ke pengumuman Juara Umum Grand Muammar #5.
Detik-detik menegangkan itu terjadi pada pukul 15.30. Seluruh peserta, bahkan reporter sidogiri.net berdebar menatap layar LED Screen. Akankah DA.DK. Sidogiri Surabaya kembali mempertahankan gelar juaranya selama dua tahun belakangan? Ataukah akan ada ranting baru yang mencatat sejarahnya?
Namun, kali pertama dalam sejarah, Darul Khidmah Sidogiri Lumajang menyabet gelar juara umum grand muammar #5 dengan memperoleh 1104 poin menyisihkan Darul Aitam (DA) Surabaya dengan 1035 poin pada urutan kedua, lalu disusul oleh MMU A-06 Karanganyar Pasuruan dengan perolehan 1017 poin pada urutan ketiga.



Siang itu, menjadi momen paling indah bagi DK. Sidogiri Lumajang, sang juara umum grand muammar #5. Perjalanan mereka menuju pencapaian ini tentunya tidak selalu melintasi jalan yang mulus.
Koordinator grand muammar DK. Sidogiri Lumajang, Ustadz Iwanulkhoir menyatakan bahwa DK. Sidogiri Lumajang pernah mengalami keterpurukan pada grand muammar #4. Pada saat itu, kondisi kesehatan para peserta kurang baik sehingga pelatihan tidak berjalan maksimal hingga berujung pada kekalahan telak.
“Pada event grand muammar #4 (tahun lalu) kami terperosok di papan tengah karena waktu itu hampir separuh peserta sakit. Bahkan, beberapa orang mengatakan kalau grand muammar memang MMU B-92 pasti kalah ke ranting lain seperti MMU B-08 & ranting-ranting besar lain,” tuturnya.
Syukurnya, pada tahun ini kesehatan para peserta dalam kondisi baik-baik saja, sehingga latihan demi latihan yang telah dijadwalkan dapat berjalan lancar.
Para peserta telah mulai berlatih sudah sejak satu bulan menjelang Imda II. Pagi, siang, sore, bahkan pada malam hari. Mereka pun tampak antusias dan berambisi untuk menunjukkan kepiawaiannya.
“Alhamdulillah mereka itu semangat. Dalam proses persiapan. Mulai pagi, sore, hingga malam, mereka itu selalu bersungguh-sungguh dalam berlatih. Mungkin itu ya karena memang kesuksesan itu berasal dari usaha,” tutur Ustadz Achmad Arief, Kepala DK. Sidogiri Lumajang.
Tidak hanya usaha fisik, para peserta dari DK. Sidogiri Lumajang juga menyempurnakan langkah-langkah menuju kesuksesan ini dengan usaha batin melalui doa.
“Selain usaha zahir, kami juga di sini melakukan usaha batin, yaitu gerak batin. Setiap malam, para peserta membaca Hizbul-Futuh dan amalan yang pernah di share oleh Mas d. Nawawy Sadoellah di akun Facebook,” imbuhnya.
Puncaknya, lembaga pendidikan yang berlokasi di Desa Tempeh Lor, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang Ini memperoleh hasil pencapaian yang luar biasa.
“Dengan usaha, doa, kemauan kuat dan pantang menyerah akhirnya kami bisa melalui semuanya. Bahkan, bisa menjadi juara umum di event Grand Muammar ke-5. Hampir semua pembimbing peserta menangis pada moment itu,” pungkas Ustadz Iwanulkhoir.
Penulis: Syahrul Maulana
Editor: Elmaghroby












