Kiai Bahrul Widad: Hindari Penggunaan Ibarat Kontemporer

share to

Khidmad: Para Pemustaka Pesputakaan Sidogiri menyimak pemaparan Kiai Bahrul Widad

Perpustakaan Sidogiri menggelar acara Konsultan non-Reguler dengan tema; Langkah Cepat Mencari Ta`bir untuk Bahtsu Masail pada Jumat siang (03/02), bertempat di Ruang Fikih dan Tafsir, diikuti oleh seluruh santri dari berbagai tingkatan. Kiai Bahrul Widad, Wakil sekretaris syuriah NU Sumenep hadir sebagai narasumber.

“Ya pastinya keterampilan dalam membaca kitab dan menerjemah dengan benar serta mengusai materi Musyawarah sebelum terjun ke lapangan.” Ungkap beliau ketika menjelaskan tentang modal utama yang harus dimiliki oleh pelaku Musyawarah.

Lebih lanjut beliau menerangkan, bahwa metode terbaik dalam mencari keterangan ibarat adalah menelusuri ibarat secara bertahap serta memahami matan sebaik mungkin sebelum melanjut ke kitab syarah atau hasyiah.

“Dan dianjurkan untuk hafal secara tahqiq serta setiap menemukan ibarat yang penting maka harus dicatat, jika malas maka minimal diberi garis bawah karena dengan mencatat ingatan kita melekat.” Terang alumnus Sidogiri ini

Beliau berpesan kepada semua audien, agar sebisa mungkin menghindari ibarat kontemporer. Menurutnya musyawirin harus mendahulukan ibarat yang ada di kutubutturats (kitab terdahulu). “Ibarat Kontemporer hanya sebagai pendukung saja.” Pungkasnya. []

===
Penulis : A. Mustaghfiri Soffan
Editor   : Muh Kurdi Arifin

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *