Peresmian SOP Pondok Pesantren Sidogiri

share to

Sebagai Pesantren yang memiliki belasan ribu santri, Pondok Pesantren Sidogiri tentu membuat Standart Operasiaonal Prosedur (SOP) untuk merapikan dan menstandarkan peraturan yang berlaku di Pondok Pesantren Sidogiri, yang mana hal ini berada dibawah naungan Koordinasi Sekretaris Umum. Pada malam Kamis (21/08), diadakan peresmian SOP yang bertempat di Ruang Auditorium Kantor Sekretariat.

Dalam sambutan Ust. Ali Wafa, Ketua Tim Pembuatan SOP menjelaskan bahwa, penyusunan SOP ini merupakan salah satu program Pondok Pesantren Sidogiri, di bawah naungan sekretaris umum Pondok Pesantren Sidogiri.

Acara tersebut juga dihadiri Ust. Abdurrohim, Pembina Pembuatan SOP, salah satu senior dalam pembuatan SOP di berbagai instansi, baik instansi keuangan atau lembaga-lembaga tertentu. Beliau menyampaikan bahwa Sekretaris Umum mengarahkan untuk membantu panitia dalam penggarapan SOP ini. “Saya disini membantu panitia, sesuai permintaan sekum, bagaimana sekiranya aktifitas di dalam organisasi itu mengikuti prosedur. Berbicara prosedur itu intinya apa-apa yang belum diatur secara detail. Sebuah organisasi atau lembaga, itu bisa dikatakan luar biasa bila peraturannya banyak, orang menyangka jika peraturannya sedikit itu yang bagus, tapi sebenarnya yang banyak itu yang bagus.”

Menurut beliau, ketika peraturan yang diterapkan semakin banyak, maka manejemen dalam organisasi tersebut sangatlah bagus, “Jadi semakin banyak peraturan, manejemen akan semakin bagus. SOP itu aturan paling dasar, biasanya SOP itu dibangun atas dasar aturan induk. Namun, karena perkembangan sosial itu begitu cepat, hingga terkadang sebuah organisasi itu tidak terlalu cepat memberikan payung hukum. Dari sini, perlu adanya SOP agar aktifitasnya itu tertib, terutama yang belum diatur dari induk.”

Di akhir penyampaiannya, beliau menjelaskan bahwa salah satu manfaat SOP adalah agar ketika kepengurusan dalam sebuah organisasi berganti, maka pengurus baru tersebut hanya perlu menjalankan SOP yang telah ada, tanpa harus bersusah payah memikirkan peraturan baru. “Jadi kenapa harus ada SOP, agar aktifitas yang dijalankan itu rapi dan standar. Karena dari aktifitas yang kita lakukan perlu diatur secara tetap, sehingga meskipun pengurusnya ganti aturannya tetap.”

Acara inti dalam sosialisasi tersebut adalah peresmian SOP yang telah rampung, oleh Ust, Abdurrohim, setelah beliau memberikan penjelasan mengenai SOP. Dan di tutup dengan doa bersama.

 

____

Penulis: Kanzul Hikam

Editor: Saeful Bahri bin Ripit

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net