share to

Madrasah Miftahul Ulum

Adalah pendidikan klasikal atau pendidikan madrasiyah yang ada di Pondok Pesantren Sidogiri. Semua kegiatan madrasiyah terpusat di sini. Madrasah Miftahul Ulum terbagi menjadi empat jenjang pendidikan, yakni tingkat Idadiyah, Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan Aliyah.

Visi

Terwujudnya peserta didik yang aliman, amilan, mukhlishan bi amalihi.

Misi

1. Mewujudkan murid yang mempunyai wawasan keagamaan yang mendalam ala Ahlussunah wal Jamaah.

2. Mewujudkan murid yang inovatif dan kreatif dalam menerapkan ilmu pengetahuannya.

3. Membiasakan perilaku dan amaliyah keagamaan yang berlandaskan al-Quran, Hadis, dan perilaku Salafus-shaleh.

4. Mencetak murid yang memiliki kepekaan sosial dan budaya.

5. Mewujudkan murid yang memiliki keteladanan bagi kemaslahatan umat.

Materi Pelajaran

Materi yang diajarkan di Madrasah Miftahul Ulum adalah pelajaran ilmu agama dengan menggunakan kitab-kitab karangan ulama salaf sebagai materi utama. Di kelas-kelas tertentu, ilmu sosial dan eksak tetap diajarkan sebagai pendukung ilmu-ilmu agama.

Kompetensi Guru

Rekrutmen guru diambilkan dari santri senior lulusan MMU Aliyah, serta dari unsur alumni PPS yang masih bersedia berkhidmah di PPS. Beberapa di antaranya ada yang menjadi pengasuh pesantren dan dosen di perguruan tinggi.

Kedisiplinan Guru

Pengurus manargetkan jam kosong madrasah tidak lebih dari 1% dan presensi guru tidak kurang dari 95%. Hal ini diupayakan melalui pengawasan KBM, pembentukan guru piket, program komunikasi, dan motivasi guru, serta penghargaan terhadap guru yang dinilai memiliki kedisiplinan tinggi.

Kedisiplinan Murid

Setiap bulan, pengurus menargetkan presensi murid tidak kurang dari 95%. Untuk mencapainya, pimpinan madrasah melakukan upaya-upaya berikut:

1. Program bimbingan dan konseling

2. Laporan murid indisipliner kepada Kepala Daerah (asrama) setiap akhir pekan

3. Komunikasi dengan Wali Murid

Kilas Balik

Awalnya, sistem pendidikan di Pondok Pesantren Sidogiri hanya terbatas pada pengajian kitab kepada pengasuh. Pendidikan klasikal baru dibentuk pada era kepengasuhan KH. Abdul Djalil pada 14 Safar 1357 H atau 15 April 1938 M.

Pemikiran ini didorong oleh kondisi santri yang mondok pada saat itu tidak semuanya bisa mengikuti pengajian kitab yang dibacakan langsung oleh pengasuh. Sebagian dari mereka ada yang harus diberi pendidikan dasar agar bisa mengikuti pengajian kitab tersebut. Karena itu didirikanlah madrasah Ibtidaiyah dengan nama Madrasah Miftahul Ulum (MMU).

Seiring bertambah banyaknya murid, secara bertahap Madrasah Miftahul Ulum (MMU) terus melakukan pengembangan dari hari ke hari, terutama yang berkenaan dengan sistem. Hal ini sesuai dengan prinsip al-muhâfazhah ‘alal-qadîm ash-shâlih wal-akhdzu bil-jadîd al-ashlah. Pada Dzul Hijjah 1376 H atau Juli 1957 M, Madrasah Miftahul Ulum (MMU) menambah jenjang pendidikan tingkat Tsanawiyah dan pada 3 Muharam 1403 H atau 21 Oktober 1982 M menambah satu jenjang lagi, yaitu Aliyah. Untuk tingkat Istidadiyah (persiapan) berdiri pada 14 Syawal 1409 H atau 21 Mei 1989 M, dan tingkat Idadiyah berdiri pada tahun ajaran 1433-1434 H.

Pada tahun ajaran 1435-1436 H, pengurus memusatkan pendidikan madrasiyah santri baru dalam satu naungan, yaitu Idadiyah dan mengganti Istidadiyah menjadi Idadiyah Reguler.

Dalam perkembangannya, pendidikan klasikal atau pendidikan madrasiyah ini menjadi pendidikan prioritas kedua setelah mengaji kepada pengasuh.Semua tingkatan di Madrasah Miftahul Ulum mempunyai target dan manajemen tersendiri. Materi pelajaran dan kurikulum pun disusun sesuai kemampuan murid. Selain itu, sejak tahun 1961 M, Madrasah Miftahul Ulum Pondok Pesantren Sidogiri sudah memiliki madrasah filial (dikenal dengan MMU Ranting) yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Timur.

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *