BeritaUnggulan

Orientasi Insan Pers: Meneguhkan Nilai-Nilai Salaf di Era Media Digital

Pengurus Badan Pers Pesantren (BPP) terus berupaya mengembangkan orientasi media pesantren agar tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai kepesantrenan. Melalui kegiatan Orientasi Insan Pers yang diselenggarakan pada Kamis malam (05/06), BPP mengajak para jurnalis pesantren untuk menghidupkan marwah salaf di tengah arus media digital.

Kegiatan yang menghadirkan mantan Pemimpin Redaksi Sidogiri Media, Mas M. Syamsul Arifin Munawwir, M.Psi., M.H., Psikolog, sebagai narasumber tersebut diikuti oleh para pegiat media di lingkungan Pondok Pesantren Sidogiri.

Dalam pemaparannya, Mas Syamsul menegaskan bahwa media memiliki pengaruh yang sangat besar dalam membentuk opini dan cara pandang masyarakat, terutama di era perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.

“Siapa yang mampu mengendalikan media, maka ia berpeluang besar memengaruhi cara berpikir publik,” ungkapnya.

Dosen sekaligus Ketua Program Studi Psikologi Islam STAI Sidogiri itu menjelaskan bahwa narasi yang dibangun media dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap berbagai persoalan, termasuk isu-isu sosial dan politik.

Menurutnya, media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga berperan dalam membentuk cara masyarakat memahami suatu peristiwa.

“Dalam banyak kasus, cara masyarakat memandang suatu peristiwa sangat dipengaruhi oleh bagaimana media membingkai informasi tersebut,” jelasnya.

Selain membahas pengaruh media, Mas Syamsul juga mengingatkan peserta mengenai perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) yang kini semakin banyak digunakan dalam dunia digital.

Kepala Lembaga Psikologi dan Bimbingan Konseling (LPBK) itu menegaskan bahwa hasil AI tidak dapat dijadikan rujukan utama dalam proses validasi data dan informasi. Menurutnya, setiap informasi tetap harus diverifikasi melalui sumber yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

“AI dapat membantu menyusun dan mengolah informasi, tetapi validitas data tetap harus ditelusuri melalui sumber yang kredibel dan memiliki dasar keilmuan yang jelas,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, BPP berharap para jurnalis pesantren mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak, sekaligus tetap menjaga tradisi keilmuan, ketelitian, dan nilai-nilai salaf dalam setiap produk jurnalistik yang dihasilkan.

Penulis: Muhammad Rofiul Qodri
Editor: Elmaghroby

Shares:
Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *