Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan yang profesional dan terpadu, Perpustakaan Sidogiri menggelar pelatihan service excellent pada Rabu malam (10/06). Kegiatan yang berlangsung di lantai dasar Gedung Perpustakaan Sidogiri tersebut diikuti oleh seluruh petugas perpustakaan dari berbagai divisi.
Pada pelatihan kali ini, Perpustakaan Sidogiri bekerja sama dengan Badan Pengelolaan dan Pengembangan Sumber Daya Insani (BP2SDI) guna memperkuat kompetensi petugas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para pengunjung.
Kepala Perpustakaan Sidogiri, Ustadz M. Masyhuri Mochtar, dalam sambutannya menegaskan bahwa kualitas pelayanan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kemajuan perpustakaan.

“Setelah pelatihan ini, kami berharap ada perubahan yang lebih baik dari segi pelayanan yang ada di perpustakaan,” ungkapnya.
Memasuki sesi inti, Ustadz M. Nizdom Muhajir selaku narasumber utama menekankan pentingnya penerapan prinsip 5S, yakni salam, senyum, sapa, sopan, dan santun, dalam setiap bentuk pelayanan kepada pengunjung.
Menurutnya, pelayanan prima tidak dapat dipisahkan dari kemampuan berkomunikasi yang baik dan tulus. Sikap petugas dalam melayani akan menjadi kesan yang terus diingat oleh pengunjung.
“Kita harus mampu melayani pengunjung dengan baik dan tulus. Karena pelayanan merupakan perilaku petugas yang akan selalu diingat oleh pengunjung,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa konsep service excellent tidak hanya berorientasi pada keramahan, tetapi juga pada upaya membangun hubungan yang baik dengan pengunjung sehingga tercipta kepuasan dan loyalitas.
“Layanan prima bukan hanya soal ramah, tetapi juga membangun hubungan dan relasi dengan para pengunjung,” jelasnya.
Selain itu, anggota Tim Service Excellent BP2SDI tersebut mengingatkan pentingnya komitmen dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah pelayanan. Menurutnya, kualitas pelayanan yang baik hanya dapat terwujud apabila petugas memiliki kesungguhan dalam menjalankan tugasnya.

“Ketika kita sudah mendapatkan amanah, kita harus memiliki komitmen untuk melaksanakan tugas dengan maksimal,” tegasnya.
Dalam pemaparannya, Ustadz Nizdom juga menjelaskan bahwa pelayanan prima berperan besar dalam membangun reputasi dan daya saing suatu lembaga. Pelayanan yang baik akan meningkatkan tingkat kepuasan pengunjung sekaligus menciptakan citra positif bagi institusi.
Sementara itu, Ustadz Muhammad Mukhlasin Sofiyulloh, Tata Usaha Lembaga Psikologi dan Bimbingan Konseling (LPBK), turut memberikan penguatan terkait pentingnya etika komunikasi dalam pelayanan. Ia mengingatkan agar setiap petugas mampu bersikap responsif serta menjunjung tinggi akhlak dalam berinteraksi dengan pengunjung.

“Dalam melayani pengunjung, kita harus mengedepankan akhlak dan senantiasa menyapa dengan cara yang baik,” ungkapnya.
Melalui pelatihan ini, Perpustakaan Sidogiri berharap seluruh petugas mampu meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat budaya kerja yang profesional, serta menghadirkan pengalaman yang lebih nyaman bagi setiap pengunjung.
Penulis: Muhammad Rofiul Qodri
Editor: Elmaghroby












