BeritaUnggulan

Prosedur dan Alur Pendaftaran Santri Baru PPS

Sejak pembukaan pendaftaran santri baru gelombang kedua pada 1 Dzul Qo’dah lalu, arus pendaftaran santri baru masih ramai hingga saat ini. Tercatat lebih dari 1100-an santri baru yang telah mendaftar di Pondok Pesantren Sidogiri.

Para wali santri yang ingin mendaftarkan putranya harus melalui proses pendaftaran via online dengan mengakses laman sidogiri.net/daftarsantribaru.

Kemudian, wali santri mengisi formulir pendaftaran yang tersedia serta melengkapi berkas-berkas yang diperlukan, seperti ijazah formal calon santri, kartu keluarga, surat keterangan pindah belajar, dan lain-lain. Setelah mengisi formulir dan melengkapi berkas, panitia pendaftaran santri baru akan melakukan pengecekan validasi formulir dan berkas calon santri.

Wali santri akan menerima konfirmasi kelengkapan formulir dan berkas dari panitia via WhatsApp. Jika terdapat kekurangan berkas, panitia juga akan mengirimkan pemberitahuan kepada wali santri untuk melengkapi berkas yang belum lengkap.

Selanjutnya, wali santri dapat berangkat menuju Pondok Pesantren Sidogiri untuk sowan kepada Pengasuh sekaligus memasrahkan putranya. Langkah berikutnya, wali santri melakukan registrasi ulang pendaftaran di Kantor Sekretariat.

Wali santri juga diharuskan melunasi pembayaran yang telah ditentukan, meliputi:

  1. Pangkal masuk sebesar Rp. 785.000,
  2. Uang pembangunan sebesar Rp. 1.000.000,
  3. Tes urine sebesar Rp. 100.000,
  4. Dana sosial sebesar Rp. 50.000,
  5. Dana kesehatan sebesar Rp. 30.000,
  6. Materi al-Miftah sebesar Rp. 250.000,
  7. 1 set baju dan sarung seragam sebesar Rp. 225.000,
  8. Uang syahriyah sebesar Rp. 690.000.

Total seluruh pembayaran adalah Rp. 3.130.000. Uang pembangunan bisa diangsur sebanyak dua kali dan bagi santri yang belum berusia 13 tahun tidak diharuskan tes urine.

Berikutnya, calon santri yang berumur 13 tahun ke atas akan diarahkan ke kantor bagian Cegah dan Berantas Barang Berbahaya (CB3) guna melakukan cek urine. Lalu, ke Klinik Sidogiri untuk melakukan cek kesehatan.

Setelah melewati tahap-tahap ini, calon santri akan mendapatkan nomer ID PPS dan secara resmi tercatat sebagai Santri Aktif Pondok Pesantren Sidogiri .

Santri yang berumur kurang dari 13 tahun akan ditempatkan di asrama Daerah R. Sedangkan, santri yang berumur 13 tahun ke atas ditempatkan di asrama Daerah S.

Santri baru juga akan memulai jenjang pendidikannya dari tingkat Idadiyah dengan masuk ke kelas Shifir. Setiap harinya, santri akan selalu diawasi oleh kepala kamar dan pengurus, yang bertugas sebagai orang tua selama berada di pesantren.

Mondok dan belajar di pesantren adalah pengalaman baru yang bisa menarik bagi anak, bila orangtua dan anak bisa mempersiapkannya secara fisik dan psikologis dengan baik. Menurut Mas Syamsul Arifin Munawwir, M.Psi., M.H., Psikolog, Kepala Lembaga Psikologi dan Bimbingan Konseling, ada beberapa tips yang dapat dilakukan orang tua agar anaknya dapat betah di pesantren.

Di antaranya, orang tua dapat mengenalkan pondok secara langsung ke anak, dengan mengunjungi dan melihat suasana pondok. Menceritakan kegiatan-kegiatan yang dapat menarik minat anak untuk mondok, seperti bisa bermain di lapangan yang luas, membaca beragam buku di perpustakaan, dan lain-lain. Wajib bagi orang tua untuk memohon doa secara langsung kepada Pengasuh agar putranya dapat betah dan diberi semangat belajar selama di pondok.

Mas Syamsul juga menyampaikan bahwa doa orang tua juga menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan buah hatinya. “Sebaiknya orang tua mendoakan anak setiap hari. Utamanya dengan doa dan dzikir dari Masyayikh Sidogiri di buku “Panduan Wali Santri”. Insya Allah dengan usaha dan doa orangtua, anak bisa mendapatkan kemudahan dan keberhasilan dalam belajarnya,” ucap Kaprodi Psikologi STAI Sidogiri itu.

Penulis: Moh. Syauqillah
Editor: Fahmi Aqwa

Shares:
Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *