Kamis malam (20/02), Badan Tatimmah (Tata Kelola Tim Al Miftah) secara resmi menggelar opening Kursus Al Miftah Ramadhan, yang ditempatkan di Surau Asrama L Lantai II. Agenda ini, juga dihadiri oleh Kepala Badan Tatimmah, Ust. H. A. Qusyairi Ismail, jajaran pengurus Al Miftah Lil Ulum Ramadhan, serta seluruh peserta kursus yang akan mengikuti rangkaian program selama bulan suci.
Kegiatan dibuka dengan sambutan sekaligus suntikan motivasi dari Kepala Tatimmah. Dalam arahannya, Ust. Qusyairi Ismail menekankan pentingnya menata niat di awal langkah, menjaga konsistensi belajar, serta membangun kedisiplinan dalam berjamaah sebagai fondasi keberkahan ilmu.
Ketua Panitia, Ust. Muhammad Wahyudi, turut mengingatkan pentingnya komitmen peserta terhadap tata tertib yang telah disepakati bersama. “Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap proses dan menaati peraturan yang telah ditetapkan, agar tujuan kursus ini benar-benar tercapai secara maksimal,” tegasnya.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Kursus Al Miftah Lil Ulum Ramadhan kembali menghadirkan dua program unggulan: Kelas Pelajar dan Kelas Pengajar.
Kelas Pelajar dirancang bagi peserta yang ingin memperkuat kemampuan membaca dan memahami kitab dengan lebih sistematis dan aplikatif. Pesertanya datang dari berbagai latar belakang usia, mulai anak-anak hingga remaja, yang mencerminkan semangat belajar tanpa batas usia. Program ini akan berlangsung mulai 2 hingga 18 Ramadhan.
Sementara itu, Kelas Pengajar diperuntukkan bagi peserta yang telah memiliki fondasi Nahwu dan Sharaf, tetapi ingin meng-upgrade kapasitas dalam menyampaikan metode pembelajaran Al Miftah Lil Ulum. Kelas ini dijadwalkan pada 10 hingga 13 Ramadhan.
Wakil I Kursus Al Miftah Lil Ulum Ramadhan, Ust. Abd. Rohman, berharap program ini menjadi jembatan percepatan pemahaman kitab sekaligus ruang tumbuh bagi para peserta untuk semakin percaya diri dalam mendalami dan menyebarkan ilmu agama.
Dengan semangat Ramadhan, Kursus Al Miftah Lil Ulum hadir bukan sekadar sebagai program pembelajaran, tetapi sebagai gerakan membangun tradisi literasi kitab yang lebih progresif, adaptif, dan berdampak luas.
Penulis: Ariel Laza Wardi
Editor: A. Kholil











