Klinik Sidogiri menggelar penyuluhan kesehatan untuk ketua dan wakil ketua bidang kesehatan dari masing-masing daerah serta perwakilan instansi di lingkungan pesantren. Penyuluhan diselenggarakan di Ruang Auditorium Kantor Sekretariat Pondok Pesantren Sidogiri pada Ahad malam (03/05).

Mewakili pengurus, Wakil I Klinik Sidogiri, Ust. Muhammad Yusak, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan bagian Kesehatan Daerah dalam melayani santri yang sakit. Ia juga menyampaikan bahwa ketua dan wakil ketua kesehatan memiliki kewenangan sebagai perwakilan kepala kamar dalam menangani santri yang hendak pulang karena alasan kesehatan.
Selain itu, ia mengingatkan agar pengurus kesehatan tidak memberikan obat secara sembarangan kepada santri. Menurutnya, pemberian obat harus didasarkan pada hasil pemeriksaan medis oleh tenaga medis Klinik Sidogiri.
“Pengurus kesehatan dilarang memberikan obat kepada santri sebelum mereka menjalani pemeriksaan di Klinik Sidogiri,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dokter Taufiq menjelaskan bahwa pengurus kesehatan dapat memanfaatkan fasilitas P3K sebagai pertolongan pertama saat mendapati pasien sakit di asrama. Namun, ia menegaskan bahwa pengurus kesehatan tidak dapat disamakan dengan tenaga medis profesional.
“Dalam ilmu kedokteran, kondisi yang dianggap sakit oleh seseorang belum tentu dikategorikan sebagai sakit secara medis,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa tim medis kerap menerima keluhan dari santri yang tidak sesuai dengan gejala yang dialami. Hal tersebut, menurutnya, menunjukkan perlunya pemahaman yang lebih baik terkait kondisi kesehatan.
Lebih lanjut, Dokter Taufiq menekankan pentingnya ketepatan dosis dalam penggunaan obat. Ia mengingatkan bahwa penggunaan obat yang tidak sesuai anjuran dapat berbahaya bagi tubuh.
“Obat dapat menjadi berbahaya apabila dikonsumsi tanpa mengikuti dosis dan petunjuk dari tenaga medis,” jelasnya.
Penulis: Muhammad Rofiul Qodri
Editor: Elmaghroby












