Ahad malam (07/09), Santri Pondok Pesantren Sidogiri melaksanakan Shalat Gerhana Bulan. Pelaksanaan shalat ini dipusatkan di Masjid Jamik Sidogiri bagi tingkatan Tsanawiyah, Aliyah dan Kuliah Syariah. Untuk santri tingkat Ibtidaiyah dan Idadiyah melaksanakan shalat gerhana di asrama daerah masing-masing.
Sebelum gerhana bulan terjadi, sekitar pukul 23:30 Wis, Tim Falakiyah Sidogiri melangsungkan rukyah hilal di Halaman Kantor Sekretariat PPS. Tim Falakiyah bermaksud memastikan terjadinya gerhana bulan dengan dengan ilmu falak yang telah digarap. Sekitar pukul 24:10 Wis, gerhana bulan mulai terlihat, dan puncaknya, terjadi sekitar jam 01:00 Wis. Terlihat gerhana total betul-betul terjadi, bulan mulai tertutup sempurna.

Ust. Shofiyul Muhibbin, Pembina Lajnah Murajaah Fiqhiyyah menjelaskan, “Pelaksanaan shalat gerhana adalah untuk menguatkan tauhid dan keimanan. Sebab, orang-orang di zaman Rasulullah beranggapan bahwa gerhana terjadi sebab kematian putra Rasulullah, Ibrahim. Rasulullah bersabda menolak anggapan tersebut:
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَصَلُّوا وَادْعُوا، حَتَّى يُكْشَفَ ما بكم (رواه البخاري)
“Sesungguhnya gerhana bulan dan matahari terjadi bukan disebabkan kematian seseorang. Jika engkau melihat gerhana, maka shalatlah dan berdoalah sampai hilang gerhana.” (HR. Bukhari)”.
Pada pelaksanaan Shalat Gerhana Bulan kali ini, Ust. Yasin Abd. Karim bertindak sebagai imam dan khatib shalat di Masjid Jamik Sidogiri. Sedangkan di asrama daerah, imam dilakukan oleh pengurus daerah yang telah ditentukan oleh Kepala Daerah masing-masing.
Penulis: Moh. Syauqillah
Editor: Fahmi Aqwa












