Technical meeting dan pengundian lomba Milad ke-290 Pondok Pesantren Sidogiri dan Ikhtibar ke-91 Madrasah Miftahul Ulum digelar pada Sabtu malam (05/09). Acara yang bertempat di Ruang Auditorium Kantor Sekretariat ini dipimpin langsung oleh Koordinator Sie Lomba, Mas M. Fahrurrozi Hasani, serta dihadiri oleh Wakil Sie Lomba, Ustadz Fathurrozy DS, segenap panitia Sie Lomba, dan 27 koordinator lomba perwakilan daerah maupun madrasah.
Baca juga: Pembukaan Kajian ACS Semester II: Kenali Ancaman Paham Ateisme dan Ideologi Serupa
Dalam sambutannya, Mas Fahrurrozi menekankan kepada seluruh panitia dan penyelenggara untuk selalu menjaga sportivitas, agar pertandingan berlangsung adil tanpa ada kecurangan sedikit pun. Seperti tahun sebelumnya, beliau juga menjelaskan bahwa tidak boleh mengikuti perlombaan bagi pengurus atau santri yang menjadi panitia milad.
“Alasannya, karena tidak ada kepentingan bagi panitia untuk ikut serta dalam lomba ini,” tutur beliau.
Ustadz Fathurrozy DS juga menambahkan, larangan ini diberlakukan demi menjaga kenetralan dan menghindari kecurigaan dari peserta atau santri lain jika pertandingan dimenangkan oleh panitia, baik secara individu maupun kelompok.

Melanjutkan sambutannya, Mas Fahrurrozi juga mengingatkan para peserta untuk tetap menjaga adab ketika perlombaan berlangsung. “Supaya lomba yang diselenggarakan oleh pesantren, ada bedanya dengan lomba-lomba luar yang non-pesantren,” ungkap Wakil Ketua Milad ke-290 Pondok Pesantren Sidogiri tersebut.

Acara kemudian dilanjutkan dengan drawing lomba untuk menentukan posisi grup, lawan tanding, atau nomor urut peserta dalam lomba. Berdasarkan hasil pengundian, laga pembuka yang akan digelar setelah Opening Lomba Milad pada 07 Rabiul Akhir 1448 H yang akan datang, mempetemukan Daerah N vs Daerah J, serta Daerah C vs Daerah T.

Wakil Sie Lomba menjelaskan, cabang olahraga yang langsung dipertandingkan seusai seremoni pembukaan adalah kasti. Setiap regu beranggotakan 17 orang, dengan rincian: 12 pemain inti, 2 pemain cadangan, 1 official, 1 pelatih, dan 1 koordinator.
“Juga kami sentralkan aturan seragam, yakni semua pemain wajib menggunakan celana di bawah lutut yang dilapisi legging panjang hingga mata kaki. Hal ini kami berlakukan, supaya tidak ada teguran terkait aurat santri,” tegas Ustadz Fathurrozy.

Technical meeting ini difokuskan untuk mematangkan persiapan lomba olahraga, khususnya lomba kasti dan sepak bola, sekaligus membahas konsep opening yang bakal digelar di lapangan Pondok Pesantren Sidogiri.
Uniknya, seremoni pembukaan nanti akan diadaptasi dari konsep opening ceremony Euro 2024 di Allianz Arena, Jerman. Panitia Sie Lomba menyampaikan bahwa pengusungan konsep ini untuk menonjolkan kebersamaan, menyatukan suporter, serta menumbuhkan persatuan sesuai motto Milad Sidogiri ke-290, yaitu “Satu Arah”.
Pada sesi dialog, sebagai akhir acara, banyak peserta memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan usulan serta kritikan demi kelancaran pertandingan, sehingga tim dapat bertanding secara sportif dan sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh sie lomba.
Penulis: Nijaful Ali
Editor: Elmaghroby












