BeritaInstansi

Kerja Sama dengan Klinik Sidogiri, Dinkes Pasuruan Gelar Pemeriksaan TB Gratis

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan bekerja sama dengan Klinik Sidogiri menggelar pemeriksaan tuberkulosis (TB) gratis bagi 100 santri, pada Jumat (09/10). Kegiatan yang berlangsung sejak pagi ini merupakan bagian dari program Tracing TB untuk mendeteksi sekaligus mencegah penularan TB di lingkungan pesantren.

Salah satu tenaga medis Dinkes Kabupaten Pasuruan, Mas Edgar, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan program rutin pemerintah melalui Dinas Kesehatan. Sasaran pemeriksaan adalah santri yang telah diseleksi oleh Klinik Sidogiri, terutama dari mereka yang mengalami gejala atau menjalin kontak dengan pasien terjangkit TB.

Salah satu peserta tengah menjalani proses pemeriksaan

“Tujuannya untuk menemukan orang-orang yang sudah terinfeksi TB agar segera mendapatkan pengobatan. Selain itu, orang-orang yang melakukan kontak erat dengan pasien TB juga akan mendapatkan pemeriksaan bahkan kalau perlu obat-obatan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, peserta terlebih dahulu menjalani registrasi dan pemeriksaan kesehatan awal, meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, tekanan darah, serta pemeriksaan lainnya. Peserta yang dinilai memerlukan pemeriksaan lebih lanjut akan menjalani pemeriksaan radiografi atau rontgen dada. Sementara itu, peserta yang memiliki indikasi TB akan diarahkan untuk menjalani tes dahak.

Penanggung jawab pelayanan TB Klinik Sidogiri, Muhammad Farid Muttaqin, menegaskan bahwa penelusuran terhadap orang-orang yang menjalin kontak dengan pasien TB merupakan salah satu langkah penting dalam upaya pencegahan TB di lingkungan pesantren. Ia menyebutkan bahwa jumlah kasus TB yang ditemukan di Sidogiri tahun ini diperkirakan sekitar 30 kasus, lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya.

Salah satu peserta tengah menunggu hasil pemeriksaan

“Saya harap orang-orang yang melakukan kontak erat dengan pasien TB bisa segera diperiksa dan melakukan terapi pencegahan agar penularan tidak menyebar,” ujar santri asal Sulawesi Tenggara tersebut.

Salah satu peserta, Muhammad Ahsan Fuadi, santri kelas 3 TH-A asal Pasuruan, mengaku mengikuti pemeriksaan karena mengalami batuk berkepanjangan. Menurutnya, layanan gratis tersebut menjadi kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatannya tanpa harus mengeluarkan biaya pemeriksaan rontgen.

“Ini pengalaman baru bagi saya, supaya bisa mengetahui kondisi kesehatan diri sendiri. Alhamdulillah setelah diperiksa saya baik-baik saja, meski sempat khawatir karena sering batuk,” tuturnya.

Penulis: Nur Afifuddin
Editor: Elmaghroby

Shares:
Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *