BeritaUnggulan

Perkuat Silaturahmi Antarpesantren, MTK Gelar Daurah Musyawarah Tsanawiyah

Musyawarah wa Taklimul Kitab (MTK) kembali menggelar kegiatan Daurah Musyawarah Tsanawiyah (DMTS) pada Rabu (14/10). Kegiatan yang digelar di halaman Gedung as-Suyuthi ini memiliki peran strategis dalam menghidupkan tradisi keilmuan pesantren melalui diskusi tematis hukum Islam.

Kepala MTK, Gus M. Zakaria Abd. Wahhab menjelaskan bahwa DMTS merupakan salah satu dari agenda kegiatan MTK yang fokus dalam bidang musyawarah. Berbeda dengan Bahtsul Masail Wustha (BMW) yang pesertanya lebih banyak dan terbuka untuk berbagai tingkatan, DMTS dirancang khusus sebagai pintu bagi santri tingkat Tsanawiyah agar terbiasa dengan tradisi musyawarah.

“Semoga acara ini memberi manfaat bagi kita semua terutama dalam hal khazanah Islam. Kegiatan ini bukan kegiatan baru dalam pondok, tetapi kegiatan lama yang harus kita kokohkan,” ungkapnya.

Gus M. Zakaria Abd. Wahhab ketika menyampaikan sambutan di acara DMTS ke-10

Beliau juga berharap melalui kegiatan ini, silaturahmi antarpesantren semakin kuat dan ruh bahtsul masail tetap hidup di tengah perkembangan dunia pesantren.

Koordinator II DMTS, Ustadz Mahbubillah menjelaskan bahwa DMTS tahun ini hadir dengan beberapa inovasi. Perumus musyawarah sebagian diambil dari kalangan santri aktif Pondok Pesantren Sidogiri, yakni anggota senior muraja’ah atau lajnah taklim muraja’ah.

Secara administrasi, DMTS kali ini lebih kondusif melalui surat-menyurat yang lebih tertata, mulai dari undangan hingga permintaan as’ilah ke berbagai instansi di lingkup Sidogiri.

Tercatat jumlah peserta pada DMTS kali ini mencapai sekitar 70 peserta, dengan rincian 14 delegasi dari pesantren luar dan 55 santri aktif Sidogiri mulai dari tingkatan Takhassus, Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan Kelas 1 Aliyah.

Potret salah satu delegasi dari luar PPS ketika menyampaikan argumen di hadapan perumus

Panitia juga mengimbau seluruh peserta untuk senantiasa santun dalam menyampaikan pendapat serta tidak merokok selama kegiatan berlangsung sebagai bentuk penghormatan terhadap majelis ilmu.

“Harapan kami, semoga dengan adanya kegiatan DMTS ini bisa memunculkan generasi muda yang kritis secara nalar, santun secara adab, dan kokoh dalam tafaqquh fiddin, yang mampu merajut perbedaan langkah dalam kesatuan arah,” pungkas Ustadz Mahbubillah.

Penulis: Muhammad Rofiul Qodri
Editor: Elmaghroby

Shares:
Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *