Pondok Pesantren Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, mengalami musibah pada Senin (29/09). Mushalla tempat para santri berjamaah tiba-tiba runtuh saat santri sedang melaksanakan shalat Ashar berjamaah. Beberapa saksi menyebutkan, bangunan roboh setelah terdengar suara retakan dari bagian atap.
Peristiwa tersebut menelan 63 korban jiwa dan menyebabkan sejumlah santri lainnya mengalami luka-luka. Ucapan belasungkawa dan doa mengalir dari berbagai pihak atas musibah ini, baik melalui media sosial maupun melalui kunjungan takziyah yang dilakukan sejumlah tokoh secara langsung ke pesantren.
Terkait dengan musibah yang menimpa Pondok Pesantren Al Khoziny, Pondok Pesantren Sidogiri mengutus sejumlah pengurus untuk silaturahmi dan menyampaikan belasungkawa secara langsung. Kunjungan ini juga menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas antarpondok pesantren dalam menghadapi musibah yang menimpa sesama.
Rombongan dipimpin oleh Mas H. M. Hadi Ghozi, selaku Wakil Direktur Lembaga Amil Zakat (LAZ) Sidogiri. Turut mendampingi, Ust. Moch. Hilmi Faqih (Kepala Divisi Pendistribusian & Pendayagunaan), Ust. A. Jamali, M.E.I (Staf Divisi Pendistribusian & Pendayagunaan), dan Ust. Ismail Sh. Arif (Sekretaris LAZ Sidogiri).
Selain itu, hadir pula perwakilan dari Pondok Pesantren Sidogiri, yaitu Ust. Suudi Muhaimin; dari Pengurus Pusat Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS), Ust. H. Dumairi Nur dan Ust. H. Abdullah Faqih; serta Ust. Nasihin, selaku Pimpinan L-Kaf Sidogiri.
Takziyah tersebut termasuk dalam program Peduli Kemanusiaan yang juga diusung oleh LAZ Sidogiri. Melansir dari situs lazsidogiri.org dan sidogiripeduli.org, program ini berfokus pada pemberian bantuan dan peningkatan kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.
Selain silaturahmi dan takziyah juga memberikan bantuan yang diserahkan oleh Mas H. M. Hadi Ghozi dan diterima oleh perwakilan Dewan Masyayikh Al Khoziny, K.H. Abdul Muid Mujib.
Penulis: A. Kholil
Editor: Fahmi Aqwa












