BeritaUnggulan

Musyawarah Bersama Murajaah Bahas Tuntas Fenomena “Al-Fatihah Berduit”

Bagian Musyawarah wa Taklimul-Kitab kembali menggelar forum kajian bulanan bertajuk Musyawarah Bersama Murajaah (MBM) pada Kamis malam (04/12). Kegiatan yang ditempatkan di halaman Gedung as-Suyuthi ini dihadiri oleh seluruh anggota Lajnah Murajaah Fiqhiyah (LMF) serta delegasi dari Kaderisasi Fuqaha (Kafah).

Forum MBM dibuka oleh Ust. Hayatul Makki dengan pembacaan asilah bertema “Al-Fatihah Berduit”. Praktiknya digambarkan sebagai kegiatan di mana santri mendatangi sebuah stan untuk membeli lembar kertas bacaan al-Fatihah, kemudian menuliskan nama dan hajat yang ingin dibacakan, dengan tarif tertentu. Dana yang terkumpul kemudian dialokasikan untuk kebutuhan yang berkaitan dengan kegiatan pesantren.

Baca juga: Forum Diskusi MBM, Wadah Bahstul Masail Lajnah Murajaah Fiqhiyah

Asilah tersebut mendapat perhatian besar dari para musyawirin. Mereka saling memaparkan argumen, mengajukan referensi ulama sebagai penguat, sementara kelompok lain memberikan sanggahan dengan penjelasan sistematis. Suasana diskusi berlangsung hidup dan penuh nuansa ilmiah.

Dalam sesi tashih, Ust. Abd. Roqib Saki menyimpulkan bahwa tujuan para pemesan adalah agar bacaan al-Fatihah dibacakan dan dihadiahkan secara serentak, sedangkan pihak pelaksana berperan mengoordinasikan dan memimpin proses tersebut hingga terlaksana dengan baik. Berdasarkan analisis tersebut, kasus ini lebih tepat digolongkan sebagai akad hibah bersyarat, yakni pemberian uang yang disertai syarat agar hajat tertentu dapat ditunaikan.

Kiai Musyaffak Bisri kemudian meresmikan keputusan tersebut sekaligus menutup jalannya forum MBM dengan pembacaan surah al-Fatihah.

Baca juga: DMTS: Ajang Santri Tsanawiyah Asah Nalar Fikih dan Mental Musyawarah

B

B

MBM sendiri merupakan forum kajian bulanan yang diselenggarakan Lajnah Murajaah Fiqhiyah (LMF) setiap malam Jumat legi. Pada tahun ini, MBM telah berjalan sebanyak tiga kali dan berhasil mengupas tiga kasus aktual, khususnya yang berkaitan dengan dinamika di lingkungan pesantren.

Penulis: Imam Rohimi
Editor: Fahmi Aqwa

Shares:
Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *