BeritaUnggulan

Dakwah Melalui Keteladanan, UKPI Angkat Spirit Akhlak Nabi dalam Seminar Keilmuan

Keteladanan akhlak merupakan salah satu metode dakwah paling efektif yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ. Melalui perilaku dan sikap yang mulia, beliau mampu mengajak umat menuju jalan Allah tanpa harus banyak bicara. Pesan inilah yang disampaikan oleh Habib Muhammad Ridho bin Abdullah BSA dalam seminar yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Pengembangan Intelektual (UKPI) Madrasah Miftahul Ulum (MMU) Aliyah Pondok Pesantren Sidogiri pada Selasa malam (30/06).

Mengusung tema, “Dakwah tanpa Kata: Menebar Kebaikan melalui Keteladanan Akhlak”, seminar yang berlangsung di Aula Gedung Sidogiri Corp lantai III ini dihadiri oleh jajaran pimpinan, murid MMU Aliyah Jurusan Dakwah, serta anggota Forum Kajian Sejarah Lembaga Penelitian dan Studi Islam (LPSI) Pondok Pesantren Sidogiri.

Potret Habib RIdho BSA memaparkan materi seminar.

Pada awal penyampaiannya, Habib Ridho menjelaskan bahwa secara umum dakwah dapat dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu dakwah bil lisan (melalui ucapan) dan dakwah bil hal (melalui tindakan dan keteladanan). Menurutnya, kedua metode tersebut telah dicontohkan langsung oleh Rasulullah ﷺ dalam perjalanan dakwah beliau.

Mengutip definisi dakwah yang disampaikan oleh Habib Abdullah al-Haddad, Habib Ridho menegaskan bahwa dakwah adalah mengajak manusia menuju jalan Allah. Menurutnya, definisi tersebut tidak hanya terbatas pada ceramah atau nasihat, tetapi juga mencakup perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Islam.

“Bukti bahwa akhlak Nabi Muhammad ﷺ adalah Al-Qur’an, terlihat dari dakwah beliau yang lebih banyak dilakukan melalui keteladanan daripada ceramah,” jelasnya.

Baca juga: CB3 Gelar Penyuluhan Bahaya Narkotika: Antisipasi Penyalahgunaan di Kalangan Remaja

Alumni Sidogiri dan Darul-Musthafa tersebut juga menyinggung gelar Jawami‘ul-Kalim yang dianugerahkan kepada Rasulullah ﷺ. Gelar itu menunjukkan kemampuan beliau menyampaikan makna yang luas dengan ungkapan yang singkat. Lantaran itu, kehidupan dan perilaku beliau menjadi perhatian besar para ulama yang kemudian mendokumentasikannya secara rinci dalam kitab-kitab sirah.

Menurut Habib Ridho, keteladanan inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa Allah memuji Rasulullah ﷺ dalam Al-Qur’an sebagai sosok yang memiliki khuluqin ‘azhim (akhlak yang agung).

Suasana seminar semakin hidup ketika beliau membagikan pengalaman selama menempuh pendidikan di Hadramaut. Ia menceritakan bahwa sebelum kembali ke Indonesia, dirinya pernah mengikuti program Tartib Khas, sebuah kelas khusus yang salah satu fokus pendidikannya adalah pembentukan karakter melalui keteladanan.

“Di kelas Tartib Khas, metode pendidikan lebih banyak menggunakan keteladanan daripada kajian teoritis,” ungkapnya.

Untuk memperkuat materi, Habib Ridho juga mengisahkan perjalanan Tsumamah bin Utsal yang akhirnya memeluk Islam setelah menyaksikan secara langsung akhlak mulia Rasulullah ﷺ dan para sahabat ketika memperlakukannya saat menjadi tawanan.

Baca juga: Orientasi Santri Baru, Tekankan Niat Awal Mondok untuk Menjadi Ibadillahish-Shalihin

Menjelang akhir seminar, beliau berpesan agar para peserta memperbanyak membaca sirah Nabi Muhammad ﷺ. Menurutnya, pemahaman terhadap perjalanan hidup Rasulullah akan membantu seseorang memahami metode dakwah beliau secara lebih utuh dan aplikatif.

Melalui kegiatan ini, pengurus berharap seminar tidak hanya menjadi agenda akademik semata, tetapi juga mampu menumbuhkan semangat keteladanan di kalangan santri. Terlebih bagi murid Jurusan Dakwah, nilai-nilai yang disampaikan dalam seminar ini diharapkan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi inspirasi bagi santri lainnya.

Penulis: Muhammad Fajar
Editor: Elmaghroby

Shares:
Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *