Empat bulan menjelang perhelatan Milad ke-290 Pondok Pesantren Sidogiri dan Ikhtibar ke-91 Madrasah Miftahul Ulum, panitia Milad ke-290 melalui Sie Acara resmi menggelar pelantikan jajaran Penanggung Jawab (PJ) pengisi acara pada Jumat (09/10) malam. Kegiatan yang berlangsung di ruang Auditorium Lantai II Kantor Sekretariat ini dihadiri oleh beberapa jajaran panitia inti, di antaranya Ustadz Sufyan Sauri selaku Sekretaris, Ustadz Anshori selaku Wakil Sekretaris, Ustadz Hasan Basri selaku Bendahara serta seluruh Sie Acara dari berbagai divisi.
Sebanyak 53 Penanggung Jawab pengisi acara resmi dilantik oleh Ustadz Sufyan Sauri, usai pembacaan surat keputusan pelantikan oleh Ali Fikri, Kreatif Manajer.
Dalam arahannya, Ustadz Anshori menekankan kepada seluruh penanggung jawab agar terus mengawasi dan mengawal proses selama pelatihan berlangsung. Ia menambahkan bahwa rangkaian acara Milad tahun ini harus dikemas lebih menarik dan inovatif agar tampil berbeda dari sebelumnya.
Baca juga: Kemenangan Meyakinkan, Tsanawiyah Amankan Tiga Poin atas Idadiyah
“Harapan dari panitia, Milad tahun ini dapat tayang dengan penampilan yang jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika terpaksa menggunakan konsep lama, maka paling tidak konsep dan penampilan dibuat berbeda,” tuturnya.
Tidak hanya itu, Tata Usaha II MMU Tsanawiyah tersebut juga berpesan untuk memperhatikan ibadah dan kewajiban pesantren bagi santri yang terpilih mengisi acara pada milad nanti. Berkaca pada tahun sebelumnya, ia berharap peristiwa negatif yang terjadi dalam lingkaran Sie Acara tidak terulang kembali pada tahun ini.
“Kami menetapkan 10 menit sebelum Maghrib, seluruh latihan sudah dihentikan untuk persiapan shalat Maghrib berjamaah. Kami harap semua PJ ini juga tidak hanya melatih, tetapi juga memperhatikan jamaah dan kewajiban santri yang lain. Kami tidak berharap ada kewajiban pesantren yang tercederai atas alasan latihan,” tuturnya.
Selain itu, santri asal Bangkalan tersebut juga menegaskan agar penanggung jawab mengingatkan kepada seluruh anggota pengisi acara untuk tidak membocorkan konsep acara kepada seluruh santri. Menurutnya, tindakan tersebut dapat mengurangi rasa penasaran santri terhadap konsep terbaru milad tahun ini, sehingga antusiasme audiens menyusut saat acara milad berlangsung.
“Nanti juga disampaikan kepada seluruh anggota pengisi acara agar tidak membeberkan konsep acara kepada selain pengisi acara. Hal ini dapat mengurangi rasa penasaran dan antusiasme penonton,” pungkasnya.
Dalam wawancara terpisah, Ustadz Ahmad Ibnu A’thoila Al Athfal, Wakil Talent Manager mengatakan bahwa tugas-tugas yang diemban oleh seluruh PJ ini tidak hanya melatih, tetapi juga membantu mencarikan ide-ide kreatif terhadap konsep acara.
“Mereka tidak hanya bertugas melatih dan mengawal proses persiapan penampilan, pertunjukan, dan pementasan acara, tetapi juga seharusnya mengusulkan ide-ide terkini terkait acara,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa mayoritas penanggung jawab yang telah dilantik memiliki rekam jejak yang matang dalam konseptualisasi acara. Ia optimis mereka mampu mengemas kegiatan ini dengan sentuhan yang lebih unik, menarik, dan estetik demi mewujudkan harapan bersama.
“Mereka telah memiliki pengalaman yang memadai, mengingat sebagian besar di antara mereka juga merupakan pihak yang berkontribusi aktif dalam bidang kesekretariatan atau seksi acara pada penyelenggaraan milad tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.
Baca Juga: Laga Perdana Piala Milad Sidogiri: Tim Aliyah LPPS Melaju ke Partai Semifinal Usai Tsanawiyah LPPS Didiskualifikasi
Penulis: Syahrul Maulana
Editor: Elmaghroby












