Peserta IMNI: Kita Tidak Boleh Mengesampingkan Kekuatan Doa  

share to

Khusuk: Segenap dewan guru kelas III dan Pimpinan Madrasah Tsanawiyah istigosah bersama di pesarean Mbah Sayyid Sulaiman bin Abdurrahman Basaiban, Pendiri Pondok Pesantren Sidogiri.

Menjelang pelaksaan ujian akhir atau biasa sebut dengan Imtihan Nihai (IMNI), Madrasah Miftahul Ulum tingkat Tsanawiyah menyelenggarakan Istighasah bersama dan ziarah ke Pesarean Sunan Ampel Surabaya dan Mbah Sayyid Sulaiman bin Abdurrahman Basaiban, Pendiri Pondok Pesantren Sidogiri, yang terletak di Mojoagung, Jombang. Rabu (29/03).

Pelaksanaan ziarah ini diikuti oleh segenap wali kelas III, mulai A sampai L, Guru fan yang mengajarkan di kelas III dan beberapa pengurus Batartama (Badan Tarbiyah wa Taklimiyah Madrasah). Hanya saja dalam kesempatan kali ini, KH. Fuad Noerhasan, wali kelas III A, sekaligus salah satu Majelis Keluarga Sidogiri yang biasa memimpin pelaksaan ziarah ini, tidak turut hadir lantaran bersamaan dengan jadwal keberangkatan beliau umrah ke tanah suci bersama beberapa keluarga Pondok Pesantren Sidogiri yang lain.

“Ya sebelum kita ke pesarean, kita masih ke Juanda mengantar KH. Fuad Noer Hasan dan Mas Hadi Ghozi yang mau melaksanakan ibadah umrah. Baru setelah itu kita menuju pesarean untuk membaca Tahlil dan Istighasah bersama,” ungkap Ust. Fauzan Imron, Tata Usaha BATARTAMA saat ditemui.

Menurutnya, Istighasah digelar untuk mendoakan para peserta IMNI agar mereka bisa mengikuti ujian dengan maksimal, mendapatkan nilai memuaskan dan mendapatkan ilmu mamfaat barakah.

“Semoga murid-murid bisa melaksanakan imni ini dengan seksama. Ilmu yang dipelajari bisa manfaat barokah dengan harapan diamalkan. Kita berdoa bersama yang wali kelas ke pesarean, yang akan melaksanakan ujian Istighasah, Kiai Fuad juga akan mendoakan semua sebagai santrinya dari suci sana,” tambahnya.

Selain itu, sehari sebelumnya, Selasa siang (28/04) Istighasah bersama juga digelar di lantai II Masjid Jamik Sidogiri yang diikuti oleh semua peserta Imni dan segenap dewan guru Tsanawiyah dengan dipimpin oleh Kepala Madrasah, H.A. Maskur Dahlan.

“Ya selain belajar kita perlu ditingkatkan, kita tidak boleh mengesampingkan kekuatan doa. Sebagaimana yang dikatakan guru-guru ‘belajar tanpa berdoa itu sombong – berdoa tanpa belajar kosong’. Dalam IMNI ini kita perlu mawas diri,” ucap Abd. Aziz Arrofiqi, salah peserta IMNI asal Lumajang, saat keluar dari gerbang MMU As-Syuyuti pada Senin (04/04).

===
Penulis : N. Sholihin Damiri
Editor   : Muh Kurdi Arifin

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net