KH. Ma’ruf Amin: Pesantren, Lembaga Pencetak Ulama Pembela Bangsa

share to

(Transkip Ceramah KH. Ma’ruf Amin saat #MiladSidogiri280)

Keberadaan pesantren sangatlah penting. Pesantren merupakan tempat menyiapkan orang-orang yang memahami agama, pejuang-pejuang di jalan Allah, tokoh-tokoh kebaikan dan tokoh-tokoh perubahan. Oleh karenanya, agar tidak terjadi kekosongan ulama, maka kita perlu menyiapkan kader-kader ulama. Sebab, telah banyak ulama sepuh yang dipanggil oleh Allah. Sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW bahwa Allah tidak akan mengangkat ilmu dari seseorang, Allah tidak akan mencabut ilmu dari seseorang, tidak ada ilmu seseorang yang dihilangkan oleh Allah, melainkan Allah akan mengangkat ilmu itu dengan mengambil para ulama. Allah menghilangkan ilmu dari muka bumi yaitu dengan menghilangkan, mewafatkan para ulama.

Karena itu, ulama harus tetap ada. Jangan sampai dunia ini kosong dari pada ulama. Sebab, ulamalah yang dapat memberikan arahan, ulamalah yang bisa menuntun, ulamalah yang mampu membimbing masyarakat dan sebagainya, terlebih seperti pada saat sekarang. Karena itu, Nabi Muhammad SAW bersabda, Sesungguhnya keutamaan seorang ahli ilmu di atas ahli ibadah adalah laksana keutamaan bulan purnama di atas seluruh bintang gemilang.

Nah, dalam hal ini pesantren mempunyai peran penting. Eksistensi pesantren benar-benar dibutuhkan, terlebih seperti saat sekarang. Hari ini kita menghadapi tantangan-tantangan yang kita hadapi pada saat sekarang. Di antaranya, pertama, adanya gerakan perusakan bahkan pemurtadan. Perusakan yang dilakukan ini dalam rangka merusak tatanan akidah, merusak ajaran akidah dengan munculnya aliran-aliran sesat, seperti munculnya seorang yang mengaku bertemu dengan Malaikat Jibril, munculnya aliran sesat yang disebut Millah Abraham atau Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

Kedua, adanya gerakan penyesatan dan perusakan dalam ranah pemikiran. Sekarang ada pemikiran sekular, pemikiran liberal, pemikiran pluralis dan pemikiran-pemikiran lain yang menyimpang dari ajaran Islam Ahlusunah wal Jamaah.

Ketiga, adanya gerakan pelemahan. Pada saat ini umat Islam dilemahkan. Politiknya dilemahkan, ekonominya dilemahkan, pendidikannya dilemahkan, karena itu umat Islam disebut ad-Dhu‘afa wal mustad‘afin.

Selain itu, pesantren juga merupakan tempat mendidik mujahidin, mendidik para pejuang-pejuang yang tidak hanya membela agama, tapi juga membela bangsa dan negara. Sebagaimana dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Para ulama dan santri rela berjibaku melawan penjajah Belanda dan Jepang demi kejayaan dan kemerdekaan Negara Kesatusan Republik Indonesia. Kebangkitan ulama dan santri inilah yang kemudian menginspirasi lahirnya kebangkitan-kebangkitan nasional yang kemudian melahirkan kemerdekaan Republik Indonesia.

Kalau tidak ada penggantinya, tidak ada regenerasinya, maka bisa jadi akan terjadi kekosongan ulama, bisa jadi tidak akan ada orang-orang yang paham agama, bisa jadi tidak akan ada orang yang dapat membimbing umat menuju jalan keselamatan. Maka di sinilah peran pesantren sangat dipentingkan. Kalau sampai tidak ada seorang alim pun, maka orang-orang awam akan mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh, pemimpin yang tidak paham agama, pemimpin yang tidak tahu ajaran agama, pemimpin yang buta terhadap syariat Islam, yang apabila ditanya mereka akan berfatwa dengan tanpa ilmu, mereka sesat dan menyesatkan.[]

===

Penulis : N. Sholihin Damiri

  • Editor    : Muh Kurdi Arifin
share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net