Kado Buat Sang Pemimpi

share to

Setiap Insan pasti punya mimpi, khususnya kalangan remaja. Sebab, mereka memiliki waktu yang cukup leluasa untuk mewujudkan mimpi-mimpinya. Dengan artian, mereka memiliki kebebasan menentukan mimpi-mimpi yang hinggap dalam benak mereka. Namun, tak sedikit dari mereka yang hanya sekedar bermimpi, sementara usaha untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu  hanya beberapa persen. Bahkan, bisa dibilang nol persen. Hal demikian rentan terjadi, bisa jadi dikarenakan tidak  ada visi yang jelas atau karena mudah menyerah.

Begitu pula dengan santri, pasti mereka juga punya keinginan besar untuk mewujudkan mimpi-mimpinya. Terlebih sebentar lagi mereka akan dihadapkan pada evaluasi untuk semester kedua. Sudah barang tentu iming-iming untuk menuai kesuksesan dalam evaluasi kali ini terbesit dalam benak masing-masing. Toh, kesuksesan yang diinginkan hanya ada di atas kertas. Setidaknya, ada beberapa hal yang perlu dicatat oleh para pemimpi. Diantaranya adalah;

  1. Menetapkan Visi

Setiap pelajar hendaknya memiliki visi yang jelas. Untuk apa dia belajar? Apa Tujuannya belajar di pesantren?, Apa yang diharapkan setelah ia menyelesaikan studinya? Dengan demikian, ia tidak asal-asalan dalam menjalani proses studinya. Bukankah jauh-jauh Rasulullah SAW pernah menyinggung dalam salah satu Hadis; Setiap perbuatn tergantung pada niatnya (HR. Al-Bukhari). Luiz Alvarez, peraih nobel fisika, selalu melaksanakan nasehat ayahnya untuk selalu duduk diam sambil memejamkan mata dan berusaha memikirkan persoalan baru, untuk kemudian diteliti dan dipecahkan. Ia selalu bermimpi untuk menjadi The Most, The Best and The First dalam setiap bidang yang digelutinya.

  1. Tanamkan Belajar Bukan Karena Paksaan

Menjadikan belajar sebagai makanan, serasa kita akan merasa lapar jika tidak melakukannya. Buat bagaimana caranya agar belajar menjadi aktivitas yang menyenangkan, bukan paksaan. Memang, awalnya hal ini seperti sebuah pengorbanan. Namun, jika kita ikhlas, maka lama kelamaan kita akan bisa menikmati proses belajar, bahkan ketagihan. Leon Joseph, seorang seniman Prancis sekitar abad 19 bisa memotivasi pelajar melalui nasihatnya : “Kebahagiaan adalah mereka yang berani bermimpi dan berani berkorban demi mewujudkan mimpinya.”

  1. Fokus

Sebuah ungkapan yang sangat bagus dari salah seorang ilmuan : “kehidupan tidak akan pernah menjadi luar biasa tanpa fokus, dedikasi dan disiplin”. Dengan fokus, maka akan membuat kita lebih tajam dalam menentukan sasaran. Ibarat sinar matahari tidak akan bisa membakar kertas, akan tetapi jika sinar ini difokuskan lewat sebuah kaca pembesar, maka sinar ini tidak hanya mampu membakar kertas, tapi daging pun juga bisa matang terbakar dengan sinar itu. Maka tak heran, jika Al-Ghazali meraih gelar Hujjah al-Islam, kefokusan yang dimilikinya dapat mengantarnya pada penguasaan berbagai disiplin ilmu, dan sebagian besar karyanya menjadi rujukan orang-orang barat.

  1. Tidak Ada Kamus Kata Menyerah

Setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan. Tidak menutup kemungkinan kita juga pernah mengalaminya. Bisa jadi kita sudah bersusah payah, berjuang, belajar, namun tidak mendapatkan hasil yang kita inginkan. Kesuksesan akan mendatangi siapa saja yang tidak takut terhadap kegagalan. Begitulah ucapan Winston Churchill, tokoh terpenting sejarah Inggris Modern dan sejarah dunia. Maka tak heran sekaliber Al-Mawardi dapat menyumbangkan pemikirannya dalam bentuk tulisan, padahal beliau berasal dari keluarga miskin yang profesinya sebagai penjual air mawar.

  1. Membutuhkan Waktu dan Kesabaran

Dalam hal ini, Imam Az-Zarnuji menulis dalam karya monumentalnya ; Ta’lim al-Mutaallim; Bahwa di antara keniscayaan seseorang untuk mendapatkan ilmu adalah waktu yang lama. Napoleon Hill mengatakan: “kesabaran, keteguhan hati, dan kerja keras adalah kombinasi untuk sukses. Karenanya, jika Anda ingin sukses, maka anda harus siap menjalani prosesnya”. Akan beda hasilnya jika kita belajar ketika akan ujian saja, dengan mereka yang belajar secara rutin. Persiapan mendadak dalam ujian, bisa jadi akan mengacaukan semuanya. Ingatan yang tidak mengendap lama akan mudah hilang begitu saja. Ingat, tidak semua orang yang sukses memiliki prestasi yang bagus sejak kecil. Bahkan, tidak sedikit yang menemui masalah, seperti disleksia atau sukar mengeja kata-kata. Sebut saja dalam hal ini Bill Gates, pendiri dan CEO Microsoft dan Lee Kuan Yew, mantan Perdana Menteri Singapura, kemudian menjadi menteri Senior, adalah dua contoh penderita disleksia yang berhasil. Kunci mengatasi masalahnya tidak lain adalah memberikan pengulangan belajar dan memberikan dorongan pada anak tersebut.

/A.Faruq

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net

Chat WA dengan kami