Bagaimana Menyikapi Kisah Gharâniq?

share to

Kuliah Syariah mengadakan acara diskusi panel dengan tema “Qisshah al-Gharâniq”. Acara yang bertempat di Perpustakaan Pondok Pesantren Sidogiri dihadiri oleh Ust Muntahal Hadi dan Ust Afifuddin selaku narasumber serta segenap anggota LPSI.

Dalam acara, narasumber pertama, Ust Muntahal Hadi menjelaskan bahwa, “Jika ada Hadis yang secara riwayat diterima (maqbul) tetapi isinya bertolak belakang dengan nash sharih, seperti mengurangi sifat ishmah kenabian, maka perlu ditakwil,” tutur beliau ketika menjelaskan mengenai hadist qisshah al-gharâniq.

“Terlebih cerita mengenai Gharâniq, sebabjika tidak ditakwil maka akan membahayakan pada akidah kita.” Sambung beliau. Ust Afifuddin selaku narasumber kedua juga turut menjelaskan pengertian dari qisshah al-gharâniq. Beliau juga mewanti-wanti agar tidak mudah mengambil tekstualis ayat atau hadis saja, jika hal itu bertentangan. “Sebagaimana penuturan dari Ust Muntahal Hadi, Kita harus mentakwilnya dan kalau bisa kita rujuk pada kitab-kitab mu’tabarah yang lain,” tukas kepala BPP ini.

Penulis: Nur Hudarrohman

Editor: Saeful Bahri bin Ripit

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *