Prof Ainul Fatah: Islam Tidak Boleh Kalah dengan Corona

share to

Sebagai bentuk pengenalan gejala awal penyebaran dan penularan corona virus disease 2019, Pengurus Pondok Pesantren Sidogiri mengadakan acara “Sosialisasi Penanganan Covid-19”. Adalah Prof Sukardi alias Ainul Fatah, Ph.D, yang diundang sebagai narasumber pada acara yang bertempat di ruang rapat Sekretariat lt 2 ini.

Sebelum narasumber memaparkan penjelasannya, Ust Samsul Huda Mahfudh, Sekretaris I Pondok Pesantren Sidogiri, memberi sambutan atas nama pengurus. “Semoga apa yang profesor sampaikan pada malam bisa bermanfaat dan bisa kita terapkan di Sidogiri,” sambut penemu ide kaligrafi bakar ini.

Dalam penyampaian yang berdurasi 15 menit, Prof Ainul Fatah membuka dengan mengenalkan kembali hakikat virus corona. “Virus novel corona adalah virus yang membentuk lendir atau mukosa. Nah, pada sat virus itu masuk pada tubuh kita, mukosa akan dibuat banyak di dalam paru-paru sehinga paru-paru tidak bisa menyerap dan memompa oksigen ke organ tubuh lain, akhirnya hal ini menyebabkan kematian karena kekurangan oksigen. Jadi yang diserang virus ini adalah paru-paru.”

Baca juga: Kekejaman Media Pada Islam

Pemilik gelar profesor di 22 negara ini melanjutkan, “PBB mengatakan corona tidak ada obatnya. Vaksin corona akan gagal, tetapi bagi saya, seorang muslim yang sudah kuliah 15 tahun di luar negeri, saya yakin ada obatnya. Kalian juga harus yakin bahwa Allah ada. Setiap ada masalah pasti ada Allah.”

“Kalian santri. Islam harus pintar. Islam tidak boleh kalah dengan corona. Islam harus melawan dan menang atas corona,”

“Saya tidak mau pesantren dijadikan tuduhan episentrum baru tempat penyebaran corona. Hal ini termasuk menjatuhkan Islam,” tambah penemu formula probiotik ini.

Sosialisasi ini dilanjutkan dengan tanya-jawab, di mana para audien yang terdiri dari segenap pengurus pelaksana antusias dalam menanyakan seputar tema yang dibahas. Acara akhirnya selesai pada pukul 21:55 Istiwa.

Penulis: Muhammad Ilyas

Editor: Saeful Bahri bin Ripit

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net

12 Comments

  1. Alhamdulillah dapat pencerahan, smoga corona segera dpt KIta kalahkan dg kekuatan dari Allah SWT

    Post a Reply
  2. Pesantren memang salah satu Sumber kekuatan isalam.
    ALLAAAHU AKBAR…

    Post a Reply
  3. Ayo Lawan Covid-19

    Post a Reply
    • Semoga ALLOH SWT cepat mengangkat corona dari bumi ini Amin…

      Post a Reply
  4. Saya sedih beberapa Kyai dan Ibu Nyai meninggal n banyak santri dinyatakan positif covid. Semoga segera ada produk pencegah covid yg mendapat ijin edar dari BPOM.

    Post a Reply
  5. Siapa ini Prof Sukardi alias Ainul Fatah, Ph.D? Professor di mana? Di bidang apa?

    Post a Reply
      • Afwan, biografinya kok belum ada? Mohin infonya. Jazaakumu Llaahu khairaa

        Post a Reply
        • Prof. Dr. Sukardi alias Prof. Dr. Ainul Fatah adalah penemu probiotik dan merupakan satu dari enam professor ahli Mikro Kultur bakteriologi di dunia. Ia menempuh pendidikan di Ryukyu University, Jepang. di Universitas yang terletak di Pulau Kyushu Okinawa ini pula,
          ia mengambil S2 bidang mikrobakteriologi, serta S3 bidang Mikro Kultur bakteriologi.

          Post a Reply

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *