Menulis Kaligrafi Al-Quran Saat Hadas

share to

a. Deskripsi Masalah

Untung adalah seorang ahli kaligrafi terkenal. Kaligrafi Arabnya sudah menyebar ke seluruh penjuru negeri. Namun ketika ia dalam keadaan hadats, ia tetap menulis kaligrafi al-Qur’an.

b. Pertanyaan

Bagaimana hukum menulis al-Qur’an, baik sebagian atau semuanya, bagi orang yang sedang hadats?

c. Jawaban

Boleh, dengan syarat tidak menyentuh kertas yang ditulisi al-Qur’an. Sedangkan menurut Imam Abu Hanifah boleh menyen-tuhnya asalkan dengan menggunakan penghalang (satir).

d. Rujukan

فَصْلٌ: إِذَا كَتَبَ الجُنُبُ أَوِ المُحْدِثُ مُصْحَفًا إِنْ كَانَ يَحْمِلُ الوَرَقَةَ أَوْ يَمَسُّهَا حَالَ الكِتَابَةِ فَحَرَامٌ وَإِنْ لَمْ يَحْمِلْهَا وَلَمْ يَمَسَّهَا فَفِيْهِ ثَلَاثَةُ أَوْجُهٍ الصَّحِيْحُ جَوَازُهُ وَالثَّانِى تَحْرِيْمُهُ وَالثَّالِثُ يَجُوْزُ لِلْمُحْدِثِ وَيَحْرُمُ عَلى الجُنُبِ اهـ (التبيان, 152).

وَحَرُمَ بِالْحَيْضِ كَالنِّفَاسِ، مَا حَرُمَ بِجَنَابَةٍ مِنْ صَلاَةٍ وَغَيْرِهَا، وَخَرَجَ بِمَسِّهِ وَحَمْلِهِ، كِتَابَتُهُ الْخَالِيَةُ عَنْهُمَا-إِلَى أَنْ قَالَ-وَمَا نُسِخَتْ تِلاَوَتُهُ فَيَحِلُّ. (الشرقاوى, 1/88).

قَالَ أَبُوْ حَنِيْفَةَ يَجْوْزُ حَمْلُ المُصْحَفِ وَمَسُّهُ بِحَائِلٍ اهـ (بغية المسترشدين, 26).

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *