Selamat Tinggal Surau K dan O

share to

“Untuk dua kamar baru ini bisa menampung maksimal 60 orang perkamar.”

Tiap tahun, jumlah santri di Pondok Pesantren Sidogiri makin bertambah. Tentunya, bertambah pula kebutuhan terkait hunian santri yang memadai. Begitupun dengan tahun ajaran ini, overload santri membuat Pengurus Harian Pondok Pesantren Sidogiri berinisiatif untuk menjadikan surau yang ada di Daerah K, O, L dan J2 sebagai kamar baru.

“Berangkat dari daerah pemukiman lain yang overload, tentunya ini perlu berpikir cara membangun daerah baru. Dan, ini (membangun daerah baru) untuk sekarang masih belum memungkinkan. Sehingga solusi sementara dari pengurus adalah menyekat surau K, O, L dan J2,” jelas Ustaz Abdul Basith (26), Kepala Daerah K saat ditemui di depan kantor MMU Tsanawiyah beberapa waktu lalu.

Menurutnya, keputusan ini diputuskan pada rapat dengan Pengurus Harian pada bulan Muharam kemarin. Selanjutnya, surau yang sudah disekat akan dijadikan kamar tambahan bagi daerah-daerah tersebut.

Masih menurut keterangan Ustaz Abdul Basith, nantinya kegiatan yang ada di surau, seperti halnya shalat berjemaah, burdah, dibaiyah, munjiyat, kegiatan kebahasaan, dll akan dialihkan ke kamar-kamar.

“Jadi memfungsikan kamar sebagai tempat hunian sekaligus tempat kegiatan,” tambah santri asal Rembang, Jawa Tengah ini.

Terkait penghuni dua kamar baru di daerahnya, Ustaz Basith menyatakan bahwa pihaknya akan menambah 90 anggota baru dari daerah lain plus 30 anggota lama dari Daerah K untuk menjadi penghuni kamar baru tersebut.

“Untuk 90 orang itu diambil dari hasil tes LPBAA akhir tahun kemarin. Sejatinya, 90 orang itu lulus tes masuk daerah Arab, tetapi karena terbatas kuota akhirnya meskipun lulus tes mereka tidak diambil. Jadi, nanti kami dari LPBAA akan mengedarkan surat persetujuan dari daerah asal sehingga nanti setelah fix akan dipindah, di samping persetujuan pribadi dari santri yang akan dipindah.”

Berbeda dengan Kepala Daerah K, Ustaz Abd. Ghani (26), Kepala Daerah O mengatakan, “Untuk dua kamar baru ini bisa menampung maksimal 60 orang perkamar. Jadi, total ada 120 santri. Kami akan mengambil penghuninya dari kamar lain alias melakukan pemerataan kamar,” jelas sosok asal Sampang, Jawa Timur ini.

Sementara itu terkait kepala kamar, dua Kepala Daerah ini kompak menyatakan bahwa sudah ada nama-nama yang dicalonkan.

Penulis: Muhammad Ilyas

Editor: Saeful Bahri bin Ripit

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net

1 Comment

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *