share to

Memasyarakatkan al-Quran dengan Qurani Sidogiri

Pendidikan dan pelatihan (Diklat) Metodologi Metode Qurani Sidogiri (MQS) merupakan acara yang ditunggu-tunggu setelah setahun lamanya ditunda sebab pandemi yang belum bisa diajak damai. Agenda tahunan yang diselenggarakan setiap usai Imtihan Dauri (Imda) II ini, bisa berjalan dengan baik tahun ini. Pada Jumat (07/01) suara-suara lantang menggema ke seluruh gedung as-Suyuthi, pertanda semangat dari peserta diklat.

Laporan: M. Nabil bin Syamsi

Diklat Metodologi MQS sukses diselenggarakan pada hari Jumat (07/01). Acara bertempat di dua lokasi yang bertempat di seluruh ruang gedung as-Suyuthi Lt. III; ruang 25 sampai ruang 36.

Tepat pukul 07.00 Wis, peserta sudah berdatangan mendekap buku catatan dan mengisi prensensi kehadiran. Setelah itu, mereka diarahkan untuk mengambil foto di ruang yang sudah ditentukan.

Sebelum acara dimulai, peserta difasilitasi 10 materi Qurani dan 3 lembar kertas metode pembelajaran untuk anak didik. Materi berupa;

Materi pokok; Qurani jilid 1 sampai jilid 5 dan gharaib.

Materi penunjang; 1. Materi Pelengkap yang berisi latihan membaca huruf dengan makhraj dan sifatnya. 2. Materi Tambahan berupa bacaan-bacaan salat, doa sehari-sehari, surat-surat pendek dan lain-lain. 3. Dasar-Dasar Ilmu Tajwid. 4. Buku Prestasi Harian dan Hafalan.

Disamping itu, peserta juga mendapat kertas kecil warna biru berukuran 7×3 cm yang bertertuliskan voucher makan.

Sebelum acara dibuka, terdapat sesi pengambilan foto para peserta. Sesi foto dicukupkan pada pukul 08.00 Wis. Setelah itu, MC memulai pembukaanya. Diiringi sambutan yang dibawakan oleh Kepala MQS, Ust. Hamin Asy’ari dengan pembawaan yang humoris, sehingga peserta tidak merasa kantuk mendengarkan sambutannya sambil menikmati snack dan soft drink yang disuguhkan.

Pukul 08.55 Wis sambutan usai, materi dimulai. Lokasi 1 yang bertempat di ruang 36, 35 dan 34 diisi oleh Wakil Ketua II MQS, Ust. Abd. Muthollib. Lokasi 2 yang bertempat di ruang 28, 29 dan 30 diisi oleh Wakil Ketua I MQS, Ust. Nurul Huda. Pada sesi pertama tersebut menuntaskan metodologi, cara penerapan materi dari jilid 1 dan jilid 2. Jarum pendek menunjukkan pukul 11.00 Wis, penanda waktu untuk istirahat dan persiapan salat Jumat.

Sesi kedua dimulai pada pukul 01.30 Wis. Sekalipun hujan deras, peserta tetap menghadiri acara. Suara keras menggema ke seluruh gedung as-Suyuthi. Peserta sangat antusias dan asik dengan  diklat tersebut.

Tercatat 303 peserta terdaftar dalam Diklat Metodologi MQS. Hal ini membuat panitia sangat bersenang hati, meski tidak jauh beda dibanding dua tahun sebelumnya. Uwais Alqoroni, Ketua Panitia Diklat Metodologi MQS, memandang baik pada agenda tahunan yang dilaksanakan tahun ini. “Andaikan waktu pendaftaran tidak dibatasi 10 hari, tentu akan lebih banyak yang ikut mendaftarkan diri.”

“Hal ini karena MQS dipandang berkembang pesat di luar (luar pesantren, red), karena sudah ada 528 lembaga yang menggunakan Metode Qurani Sidogiri,” lanjutnya.

Pukul 04.15 Wis acara ditutup dengan nyanyian lagu-lagu Qurani; mengenal nama malaikat, nama-nama rasul dan banyak lagi.

Pengurus MQS berharap, agar para peserta tidak melupakan ilmu yang sudah diberikan dan membuat MQS lebih meluas dengan mengajarkannya pada bangsa. “Mari kita memasyarakatkan al-Quran dan meng-al-Quran-kan masyarakat,” tutup Ketua Panita Metodologi MQS.

share to

Redaksi : Kami menerima kiriman tulisan dari pembaca. Kirim tulisan Anda ke email: redaksi@sidogiri.net. Pemasangan iklan silakan hubungi kami di email: iklan@sidogiri.net

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.