BeritaUnggulan

Program OBK, Upaya Madrasah Tingkatkan Skill Baca Kitab

Optimalisasi Baca Kitab (OBK) adalah program penunjang untuk meningkatkan skill baca kitab murid Madrasah Miftahul Ulum. Secara serentak, program ini dijalankan di seluruh jenjang madrasah, mulai tahun ajaran 1446-1447 H ini.

Berawal dari inisiatif pimpinan MMU Aliyah pada akhir tahun ajaran 1442-1443 H. Awalnya, OBK dirancang untuk meningkatkan skill baca kitab murid kelas 1 MMU Aliyah agar sesuai dengan standar, sehingga ketika kelas 2, murid bisa lebih fokus pada target pengembangan di jurusan masing-masing.

Pada masa awal kemunculannya, OBK menerapkan metode pembinaan baca kitab dengan sistem sorogan. Pembinaan dilaksanakan tiap malam, kecuali malam Selasa dan Jumat. Seluruh peserta dibagi menjadi empat kelompok sesuai dengan tingkat kemampuan per individu. Tes evaluasi juga dilakukan tiap bulannya.

Seiring berjalannya waktu, pada tahun ajaran 1444-1445 H, tim OBK Aliyah meluncurkan metode baru. SKS (Satuan Kredit Sorogan) berupa lembaran berisikan penggalan ibarat kitab Fathul Muin dan pertanyaan seputar Nahwu dan Sharaf. Setiap peserta diberi tugas untuk mengharakati dan memaknai ibarat, menjawab pertanyaan yang ada, dan memberi i’rab kutipan ibarat yang telah dipilih.

Setelah mengisi lembaran SKS, peserta menyetorkan hasil jawaban untuk diverifikasi dan dinilai oleh tim OBK. Pada tahap selanjutnya, para peserta harus melewati tes kompetensi untuk mengukur hasil pengajaran yang telah diperoleh. Format tes kompetensi sama seperti format SKS.

Pada tahun ajaran 1446-1447 H ini, program OBK secara resmi ditangani oleh Batartama. Program OBK juga diterapkan di tingkatan Ibtidaiyah dan Tsanawiyah. Ust. Moh. Yasir, selaku anggota Batartama, menjelaskan bahwa tim OBK Batartama telah bekerjasama dengan pimpinan madrasah yang menangani OBK di setiap tingkatannya. “Jadi, tim OBK di setiap tingkatan berada di bawah koordinasi Batartama, tapi secara garis komando tetap bawahan pimpinan madrasah,” tegasnya.

Saat ini, OBK dengan metode SKS hanya diterapkan di tingkatan Aliyah dan kelas 1 Tsanawiyah, sedangkan, sisanya masih menggunakan metode pembinaan baca kitab. Batartama menargetkan di tahun depan metode SKS sudah bisa diterapkan di seluruh tingkatan.

Penulis: Moh. Syauqillah
Editor: A. Kholil

Shares:
Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *