Tauiyah Kuliah Syariah, Bulatkan Tekad Teguhkan Niat
Malam Rabu (06/05), Pengurus Kuliah Syariah menggelar acara Tauiyah, penyuluhan atau pengkaderan. Tauiyah ini bertempat di Masjid Jamik Sidogiri, dihadiri oleh Habib Achmad Jamal bin Thoha Baagil sebagai narasumber.
Tauiyah merupakan agenda bagian Kuliah Syariah yang digelar dua kali dalam setahun. Pengkaderan ini hanya diikuti oleh anggota Kuliah Syariah, baik murid MMU Aliyah, staf pengajar, ataupun non guru.
Dalam sambutannya, Kepala Kuliah Syariah, Ust. Abdul Qodir Husni menjelaskan agenda kajian di Kuliah Syariah kedepannya. “Pertahun ini, kegiatan LPSI (Lembaga Penelitian dan Studi Islam) hanya dapat diikuti oleh murid kelas II dan III Aliyah, sedangkan murid kelas I Aliyah, akan mengikuti kegiatan syawir di bawah pengawasan langsung pengurus madrasah,” jelasnya.

Penyerahahan Cendramata oleh Ust Abdul Qodir kepada Habib Achmad Jamal bin Toha Baagil
Sementara itu, Habib Jamal Baagil menjelaskan tentang makna santri, secara zahir dan batin. Pengasuh Majelis ar-Ridwan tersebut menegaskan bahwa memiliki wawasan agama adalah ciri-ciri zahir seorang santri, sedangkan secara batin, harus senantiasa melakukan Qiyamul-Lail.
“Bukan santri namanya kalau masih meninggalkan Qiyamul-Lail,” tegas Habib Jamal.
Penceramah asal Kota Batu ini juga menjelaskan pembagian ilmu, Ilmu-Shurah dan Ilmu-Haqiqah. Pertama adalah ilmu yang akan menumbuhkan ego dan nafsu, dan yang kedua adalah ilmu yang membuat pemiliknya merasa rendah diri.
Di sisi lain, Habib Jamal juga menyampaikan pentingnya meluruskan niat bagi santri dalam masa pencarian ilmu. Beliau memotivasi para santri untuk selalu membersihkan hati dari segala nafsu duniawi, yang dapat merusak perjalanan spiritual seorang santri.
Penulis: Ariel Laza Wardi
Editor: A. Kholil












