Madrasah Miftahul Ulum (MMU) Aliyah resmi menuntaskan ajang Final Baca Kitab bagi murid kelas 1 MMU Aliyah yang digelar pada Kamis malam (14/08), bertempat di halaman Mabna al-Ghazali. Lima finalis terbaik tampil maksimal dalam unjuk keterampilan membaca kitab kuning, sekaligus menunjukkan penguasaan ilmu alat dan pemahaman fiqih secara mendalam.
Acara ini menghadirkan Ust. Qosim Anwari dan Ust. Aminullah Mazid sebagai dewan juri, serta Ust. M. Yasir yang bertindak sebagai panelis.
Babak final terdiri dari tiga ronde. Pada ronde pertama, peserta diminta membaca potongan ibarat dari kitab Fathul Mu’in, memaknai dengan bahasa Jawa, dan menerjemah secara tepat. Setelah itu, panelis akan menguji mereka dengan pertanyaan seputar ilmu alat. Ronde kedua berlanjut dengan pertanyaan mendalam terkait pemahaman fikih. Sementara pada ronde ketiga, peserta diberi kesempatan untuk saling melemparkan pertanyaan satu sama lain, menguji ketajaman pemahaman masing-masing.
Setelah melalui persaingan ketat dalam tiga ronde tersebut, dewan juri menetapkan tiga juara utama:
Juara 1: Ballak Hikamul Millah Waddin – Kelas 1-B
Juara 2: M. Abd Wahid – Kelas 1-B
Juara 3: Eqtada Binnabi Muhammad – Kelas 1-A

Sebelum mencapai babak final, para peserta terlebih dahulu melewati serangkaian proses seleksi yang ketat. Murid MMU Aliyah yang telah menuntaskan kitab Satuan Kredit Sorogan harus mengikuti babak penyisihan untuk memperebutkan posisi 20 besar. Selanjutnya, pada babak semifinal, 20 peserta terbaik disaring kembali untuk menentukan lima finalis yang layak melaju ke babak akhir.
Wakil I Kepala MMU Aliyah, Ust. Muhammad Mufid, menjelaskan bahwa babak final yang diselenggarakan secara terbuka ini memiliki dua tujuan utama. “Pertama, untuk menumbuhkan ghirah baca kitab di kalangan santri yang menonton. Kedua, memberi semangat kepada para finalis agar mereka mempersiapkan penampilan sebaik mungkin,” tuturnya.
Perlu diketahui, sistem kejuaraan baca kitab seperti ini diterapkan merata di seluruh jenjang MMU Aliyah. Babak final untuk kelas 3 telah dilaksanakan pada Kamis malam (31/07), dan kelas 2 berlangsung pada Kamis malam (07/08), menunjukkan konsistensi madrasah dalam membudayakan tradisi ilmiah di lingkungan pesantren.
Penulis: Moh. Syauqillah
Editor: Fahmi Aqwa











