Menghadirkan Ust. Muhammad Mujib, Ikatan Santri Sidogiri (ISS) melalui divisi Jamiyah Mubalighin mengadakan seminar metode dakwah bertajuk “Kursus Kemasyarakatan” pada Kamis malam (14/08). Kegiatan ini berlangsung di lantai III Mabna as-Suyuthi yang diikuti oleh seluruh anggota serta peserta aktif Jamiyah Mubalighin.
Dalam sambutannya, Ust. Ali Sofyan selaku pembina Jamiyah Mubalighin, mengajak seluruh peserta untuk menyimak materi dengan seksama. Ia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal lahirnya para dai yang berakhlak mulia, berbakat, dan dicintai masyarakat.
Baca Juga: Pelatihan Menulis Kelas Menengah, Bahas Trik Menulis Sejarah
Memasuki sesi inti, Ust. Muhammad Mujib menyampaikan sejumlah pesan penting terkait esensi dan tanggung jawab dakwah. Ia menekankan bahwa berdakwah bukan semata soal teknik penyampaian atau public speaking, melainkan harus diawali dengan niat yang tulus karena Allah SWT.
Lebih lanjut, Wakil III Madrasah Miftahul Ulum Aliyah ini memberikan beberapa kiat dalam berdakwah agar pesan yang disampaikan mudah diterima masyarakat. Salah satunya adalah dengan menyisipkan pantun-pantun bernuansa nasihat, khususnya yang bersumber dari ajaran Nabi. Menurut beliau, cara ini efektif menarik perhatian dan melembutkan hati pendengar.
Baca Juga: Studi Banding Mekanisme Keamanan, Ponpes An-Nur II Malang Kunjungi Sidogiri
Beliau juga menganjurkan para peserta untuk memperkaya materi dakwah dengan kisah-kisah teladan dari para salihin. Di akhir pesannya, Ust. Mujib mengingatkan pentingnya menjaga adab, terutama terhadap guru dan orang tua. “Jika kelak kalian dikenal masyarakat, jangan pernah melupakan jasa guru dan orang tua. Jangan pula berjalan sejajar atau bahkan mendahului mereka—itulah akhlak Rasulullah,” pesannya.
Acara ditutup dengan pembacaan pantun semangat oleh Ust. Mujib yang disambut antusias oleh peserta, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan doa penutup penuh keberkahan.
Penulis: Nijaful Ali
Editor: Fahmi Aqwa












