BeritaUnggulan

Pendidikan Adab di Era Digital: Dr. Kholili Hasib Tekankan Pentingnya Akhlak bagi Generasi Rabbani

“Dalam pandangan Islam, pendidikan sejati bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan proses membentuk manusia yang beradab,” tegas Ust. Dr. Kholili Hasib, M.Ud., dosen Institut Agama Islam Darullughah Wadda’wah (IAI Dalwa), saat menjadi pemateri dalam Seminar Unit Kegiatan Pengembangan Intelektual (UKPI), Rabu (22/10).

Bertempat di Aula Gedung Sidogiri Corp, kegiatan ini dihadiri oleh segenap pimpinan MMU Aliyah dan diikuti oleh para murid dari Jurusan Tarbiyah. Seminar yang diselenggarakan oleh Pengurus Organisasi Murid Intra Madrasah (OMIM) Aliyah tersebut mengusung tema “Mendidik Generasi Rabbani di Era Milenial.”

Baca juga: Santri; Tolok Ukur Ideal Pelajar Zaman Ini
Baca juga: Konsistensi Beradab! Pesan Habib Abu Bakar di Haul ke-9 K.H. Muhammad Kholilurrohman & Haul ke-17 Mas Daqiqi

Ketua OMIM, Agung Prayogi Ilzam Thahir, menjelaskan bahwa tantangan generasi muda saat ini sangat kompleks.
“Era ini penuh dengan kemajuan teknologi, arus informasi yang begitu cepat, dan perubahan gaya hidup yang luar biasa. Generasi muda menghadapi tantangan besar dalam menjaga identitas keislamannya. Karena itu, pendidikan harus diarahkan untuk membentuk generasi rabbani, yakni generasi yang kuat dalam ilmu, akhlak, dan spiritualitas,” ujarnya.

Untuk memperdalam pemahaman peserta, Dr. Kholili Hasib juga menulis artikel berjudul “Konsep Ta’dibi: Solusi Terbaik Pendidikan di Era Digital.” Artikel tersebut disusun sebagai respons terhadap tema seminar sekaligus menjadi panduan bagi peserta selama kegiatan berlangsung.

Acara diawali dengan sambutan dari Wakil III MMU Aliyah, Ust. Muhammad Mujib. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya santri untuk berani keluar dari zona nyaman, terutama dalam bidang dakwah. Suasana semakin khidmat ketika pengajar Ilmu Balaghah tersebut memimpin pembacaan Shalawat al-Busyra secara bersama-sama.

Sambutan dari Wakil III MMU Aliyah, Ust. Muhammad Mujib

Selama seminar, para peserta memperoleh banyak wawasan mengenai kriteria pendidikan ideal yang perlu diterapkan. Dr. Kholili Hasib menegaskan bahwa pendidikan adab harus menjadi prioritas utama di tengah kemajuan zaman.

“Masalah mendasar yang dihadapi umat modern bukanlah kemunduran sains dan teknologi, melainkan hilangnya adab,” ujar alumnus Universitas Darussalam (Unida) Gontor tersebut.

Sesi tanya jawab turut digelar dalam kegiatan ini. Naufal Musthofa, santri asal Magetan, Jawa Timur, menanyakan mengenai urgensi ijazah di era yang hakikatnya lebih menekankan pada substansi ilmu dibanding sekadar validasi formal.

Sesi tanya jawab dimanfaatkan oleh para peserta untuk menanyakan hal-hal yang kurang dipahami

Menanggapi hal itu, Dr. Kholili Hasib menjelaskan bahwa ijazah tetap memiliki peran penting agar keilmuan seseorang dapat diakui dan dirasakan secara lebih luas, tidak hanya oleh kalangan yang mengenal kapasitas keilmuannya.

Penulis: A. Kholil
Editor: Fahmi Aqwa

Shares:
Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *