Pengurus Pusat Ikatan Santri Sidogiri (PP-ISS) melantik 116 personalia dari 29 konsulat untuk masa khidmah 1447–1448 H pada Sabtu malam (16/05). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Auditorium Kantor Sekretariat Pondok Pesantren Sidogiri tersebut dihadiri oleh Ketua PP-ISS, Ustadz Birril Walid, beserta jajaran pengurus pusat lainnya.
Acara diawali dengan pembacaan surat keputusan pengangkatan oleh Sekretaris PP-ISS, Ustadz Ansori, yang dilanjut dengan prosesi pelantikan dan sambutan dari Ketua PP-ISS.
Dalam sambutannya, Ustadz Birril Walid meminta seluruh pengurus konsulat untuk mempelajari buku materi yang telah dibagikan kepada masing-masing konsulat. Ia juga menegaskan pentingnya laporan kegiatan secara berkala dari setiap ketua konsulat.
“Kami ingin setiap ketua konsulat memberikan laporan setiap bulan. Nantinya, akan diadakan sosialisasi antara ketua konsulat dan pengurus pusat setiap satu atau tiga bulan sekali,” ujarnya.
Selain itu, ia mengimbau para pengurus konsulat untuk mendukung program marketing ISS guna membantu pendanaan berbagai kegiatan konsulat, seperti perkenalan pengurus dan sosialisasi pemulangan santri.
Menurutnya, agenda perkenalan pengurus yang akan digelar setelah Imtihan Dauri (Imda) I mendatang diharapkan memiliki konsep yang lebih kreatif dan sistematis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan Event Organizer (EO) ISS dalam setiap pelaksanaan kegiatan, terutama untuk mengatur susunan acara dan memastikan seluruh konten yang ditampilkan tetap sesuai dengan ketentuan pesantren.
“Melalui koordinasi dengan EO ISS, kami berharap tidak ada penayangan video yang bertentangan dengan aturan pesantren,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua I PP-ISS, Ustadz Muhammad Hawi, menjelaskan bahwa setiap konsulat memiliki kalender kegiatan yang wajib dilaksanakan, termasuk agenda sosialisasi yang digelar dua kali dalam satu periode kepengurusan.
Dalam bidang pengembangan minat dan bakat, PP-ISS juga menyiapkan 15 kuota beasiswa jamiyah bagi santri. Program tersebut mencakup sejumlah bidang, seperti Dufuf, Mubalighin, Sinema Santri (Sineas), dan Tahsinul Khat.
Melalui program beasiswa ini, PP-ISS berharap potensi dan bakat santri dapat tersalurkan secara optimal sekaligus mendukung pembentukan tim jamiyah di lingkungan pesantren.
Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa kafaratul majlis yang dipimpin oleh Ustadz Ali Abdillah. Pada kesempatan tersebut juga diumumkan bahwa pelaksanaan Peringatan Hari Besar Islam Muharam mendatang akan dimandatkan kepada konsulat Jombang, Mojokerto, dan Kalimantan.
Penulis: Nijaful Ali
Editor: Elmaghroby












