ArtikelMasyayikh Sidogiri

KH. Abd. Alim, Figur Dahaga Ilmu dengan Segudang Tirakat

Ilmu merupakan jalan keselamatan bagi manusia, baik di dunia maupun akhirat. Dalam tradisi ulama, predikat kekasih Allah (waliyullah) juga tidak dapat dilepaskan dari kedalaman ilmu dan ketekunan dalam mengamalkannya.

KH. Abd. Alim bin Abd. Djalil dikenal sebagai sosok yang menguasai berbagai disiplin ilmu, mulai dari ilmu alat hingga ilmu tasawuf dan tazkiyatun nafs (penyucian jiwa). Dalam menempuh perjalanan pencarian ilmu, beliau dikenal tekun, bersungguh-sungguh, dan menjalani berbagai bentuk tirakat.

Keteguhan beliau dalam mencari ilmu tercermin dari rihlah ilmiah yang ditempuh di berbagai pesantren. Di lingkungan Pondok Pesantren Sidogiri, beliau belajar kepada sejumlah ulama, di antaranya KH. Cholil Nawawie, KH. Hasani Nawawie, KH. Kholili bin Chasbullah Susukanrejo, dan KH. Musthofa Lekok.

Setelah menyelesaikan pendidikan tingkat ibtidaiyah di Madrasah Miftahul Ulum Sidogiri, beliau melanjutkan pendidikannya ke Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Di sana, beliau menimba ilmu kepada KH. Muhammad Sarang dan KH. Zubair Umar al-Jailani selama kurang lebih empat tahun.

Ketika menunaikan ibadah haji, beliau juga menyempatkan diri belajar kepada Sayid Alwi, ayahanda dari Sayid Muhammad bin Alwi al-Maliki.

Dalam kehidupan sehari-hari, KH. Abd. Alim dikenal sebagai pribadi pendiam. Sikap tersebut bukan karena menjaga jarak dengan lingkungan, melainkan bentuk kehati-hatian dalam menjaga adab sebagaimana didikan ibundanya, Nyai Hanifah binti Nawawie bin Noerhasan.

Sikap tawaduk beliau juga tampak sejak usia dini. Ketika masih kecil, beliau terbiasa berjamaah bersama KH. Abd. Adzim bin Oerip, bahkan menata terompah sang kiai sebelum shalat berjamaah dimulai.

Selain tekun belajar, KH. Abd. Alim juga dikenal istikamah menjalankan ibadah malam dan shalat Duha. Dalam tradisi pesantren, kedua amalan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang penuntut ilmu.

Perpaduan antara kesungguhan belajar, ketekunan beribadah, dan kedalaman adab menjadikan KH. Abd. Alim sebagai figur yang menyeimbangkan ikhtiar lahir dan batin dalam menempuh jalan ilmu.

Pada peringatan haul ke-22 beliau, para santri dan alumni diharapkan dapat meneladani perjuangan, kesederhanaan, serta ketawadukan beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Muhammad Fajar
Editor: Elmaghroby

Shares:
Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *