BeritaUnggulan

Silatnas ke-7 IASS Ajak Alumni Jaga Marwah lewat Akhlak dan Keteladanan

Puluhan ribu alumni dan Sidogirian memadati lapangan Pondok Pesantren Sidogiri dalam rangka Silaturahim Nasional ke-7 Ikatan Alumni Santri Sidogiri pada Jumat siang (15/05). Teriknya matahari tidak mengurangi antusiasme para alumni dan Sidogirian yang terus berdatangan sejak acara dimulai sekitar pukul 13.00 WIB.

Salah satu penampilan yang membuat para alumni bernostalgia ketika masih berstatus santri

Sekretaris Silatnas ke-7, Ust. Ja’far Hadi, menyampaikan bahwa jumlah alumni yang hadir tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.

“Pada Silatnas sebelumnya, jumlah peserta sekitar 2.000 orang. Tahun ini panitia menargetkan hingga 12.000 peserta,” ujarnya.

Mas H. Aminulloh Bq, bertindak sebagai pembaca taujihat Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri

Kegiatan empat tahunan tersebut menghadirkan Habib Jindan bin Novel bin Jindan sebagai pengisi mauizah hasanah. Selain alumni, acara ini juga dihadiri oleh wali santri dan simpatisan Pondok Pesantren Sidogiri atau Sidogirian.

Baca juga: Haul ke-22 KH. Abd. Alim Jadi Momentum Meneladani Jejak Masyayikh

Mengusung tema “Berjamaah Menjaga Marwah”, panitia melibatkan berbagai pihak untuk menyukseskan rangkaian acara. Koordinasi dilakukan dengan sejumlah elemen internal maupun eksternal pesantren, seperti Pengadaan, Perawatan, dan Perbaikan Sarana (P3S), Kebersihan Lingkungan (Sihli), bagian bendahara pesantren, Ketertiban dan Keamanan (Tibkam), Kepolisian, Dinas Perhubungan, hingga Giri Catering.

Baca juga: Panitia Maksimalkan Persiapan demi Sukseskan Silatnas ke-7 IASS

Panitia juga menghadirkan sejumlah konsep bernuansa nostalgia guna mengingatkan para alumni pada masa-masa ketika masih menjadi santri. Salah satunya melalui penampilan kembali Hymne Milad 288 yang mengangkat pencarian hakikat Sidogiri.

Momen “peccek terong” di acara Silaturahim Nasional ke-7

Selain itu, sajian kuliner khas berupa “peccek terong” turut dihadirkan untuk memperkuat suasana kebersamaan ala pesantren. Menurut panitia, menu tersebut merupakan arahan langsung dari Mas d. Nawawy Sadoellah.

Senyum pegawai Giri Catering di tengah-tengah acara Silatnas ke-7

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Alumni Santri Sidogiri (PP-IASS), Mas H. Ahmad Sa’dulloh bin Abd. Alim, dalam sambutannya menjelaskan perjalanan organisasi alumni yang berdiri sejak 2001 tersebut. Ia juga mengapresiasi tema Silatnas tahun ini yang dinilai relevan dengan gerakan alumni saat ini.

“Tema ini sangat sesuai dengan berbagai gerakan alumni belakangan ini yang sarat dengan semangat berjamaah,” tuturnya.

Sambutan disampaikan oleh Mas H. Ahmad Sa’dulloh bin Abd. Alim

Menjelang sore, peserta kembali menyimak taujihat dari Mas d. Nawawy Sadoellah yang dibacakan oleh Mas Aminulloh Bq. Dalam pesannya, beliau menegaskan bahwa masyarakat masih menaruh kepercayaan besar kepada kalangan santri sebagai rujukan moral dan sosial. Namun, menurutnya, kepercayaan tersebut mulai memudar akibat tindakan sebagian oknum yang mengatasnamakan pesantren.

Di balik layar: seluruh tim di Front of House (FOH) bekerja keras demi lancarnya acara

Ia menekankan bahwa marwah santri hanya dapat dijaga melalui akhlak, keteladanan, dan tanggung jawab.

“Kepercayaan masyarakat dapat dijaga dengan akhlak, keteladanan, dan tanggung jawab,” demikian pesan yang disampaikan dalam taujihat tersebut.

Penulis: Muhammad Fajar
Editor: Elmaghroby

Shares:
Show Comments (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *