Perpustakaan Sidogiri kembali membuka pameran laboratorium pembelajaran semester II sejak Senin malam (26/10). Pameran kali ini tampil berbeda dari sebelumnya dengan mengusung tema khusus, yaitu, “Pengenalan Sejarah Kota Madinah”. Seluruh isi pameran, baik miniatur maupun poster yang disajikan difokuskan untuk membahas sejarah kota Madinah dari masa lampau hingga masa kini.

Ketua laboratorium pembelajaran, Abdul Hamid Zahwan Anwar menjelaskan terdapat sejumlah inovasi yang ditampilkan pada pameran kali ini.
Baca juga: Pimpinan PBNU Silaturahmi ke Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri
“Pertama, penampilan video sejarah awal berdirinya kota Madinah bagi pengunjung yang hendak memasuki area pameran. Kedua, miniatur yang kami tampilkan. Ketiga, kami menyediakan souvenir menarik untuk 500 pengunjung pertama. Adapun keempat, pameran kali ini juga dijadikan sebagai tempat observasi kelas bagi murid tingkat Tsanawiyah,” jelasnya.

Miniatur yang ditampilkan pada pameran kali ini berjumlah enam buah, meliputi miniatur peta kota Madinah, miniatur Masjid Quba’, miniatur perluasan Masjid Nabawi dari zaman Nabi hingga sekarang, miniatur kamar Sayidah Aisyah, dan miniatur rumah Rasulullah.
Baca juga: LPBAA Sidogiri Buktikan Kualitas Santri Tsanawiyah di Mathla’ UIN KHAS Jember
Terkait persiapan, panitia mengaku menghadapi sejumlah kendala.
“Tentunya ada, di antaranya mempersiapkan tampilan yang akan kami sajikan karena jumlah SDM kami yang kurang memadai serta jarak waktu dari pameran semester I dan semester II yang hanya kurang lebih berjarak dua bulan. Namun, alhamdulillah, semua itu dapat kami atasi berkat kesemangatan dari anggota tim untuk menyukseskan acara pameran kali ini,” ungkap Zahwan.
Ia berharap pameran kali ini dapat memberikan manfaat lebih dari sekadar tontonan.
“Harapan pada pameran kali ini yaitu bisa menjadikan ruang inovasi, eksplorasi, dan pengalaman pembelajaran yang bermakna,” pungkasnya.
Penulis: Muhammad Rofiul Qodri
Editor: Elmaghroby

















