Rabu (05/10), Lembaga Pengembangan Bahasa Arab (LPBA) Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Palengaan, Pamekasan melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Sidogiri. Mereka ditemui oleh Ust. Mahbub Shonhaji, selaku kepala LPBAA Sidogiri, serta segenap jajaran pengurus LPBAA, di ruang auoditorium gedung Sekretariat Pondok Pesantren Sidogiri lt.II.

Selain silaturahim, rombongan yang berjumlah 40 orang ini ingin mengetahui lebih jauh terkait pengelolaan dan sistem pembelajaran Bahasa Arab di Sidogiri. Mereka juga ingin melakukan perbandingan kurikulum dan metode pengajaran kebahasan, sekaligus meningkatkan keterampilan di dalam berbahasa, dan menciptakan lingkungan bahasa.
Ust. Mahbub Shonhaji dalam sambutannya menjelaskan bahwa, kegiatan bahasa Arab di Pondok Pesantren Sidogiri diadakan sebanyak tiga kali pertemuan dalam satu pekan, yaitu hari Sabtu, Ahad, dan Senin. Setiap kali pertemuan hanya berdurasi satu jam.
Selain itu, tahapan pembelajaran bahasa Arab di Sidogiri itu bertingkat. Mulai mustawa ula, tingkatan untuk mengajari bagaimana cara berbicara, lalu mustawa tsani, tingkatan untuk memperbagus di dalam berbasasa Arab, dan mustawa tsalis, tingkatan untuk belajar membuat artikel, syair, dan sesamanya dengan bahasa Arab.
“Sebenarnya dalam membuat metode, kita itu sebisa mungkin menciptakan metode yang bisa menyenangkan terhadap anak didik. Jika mereka senang, maka apa yang akan kita sampaikan bisa diterima dengan baik,” tegas Ust. Mahbub.
Selama kunjungan, rombongan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi asrama khusus bahasa Arab serta melakukan komunikasi berbahasa Arab dengan pemukimnya.
Selain itu, mereka juga mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan guru tugas dari al-Azhar, Mesir, yang ada di Sidogiri. Mereka berkenalan, berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan beliau.
Menurut Ust Achmad Faisol Saied, selaku pendamping studi banding, menyatakan bahwa Pondok Pesantren Sidogiri dan Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata sama-sama memprioritaskan program atau kegiatan yang ada di ma’hadiyah dan madrasiyah.
“Kegiatan bahasa Arab hanya sebatas program ekstrakurikuler (idhâfiyah). Dalam artian kegiatan bahasa Arab, tidak berlaku ke semua santri, tetapi mempunyai daerah khusus,” tegas beliau saat diwawancarai.
Baca Juga:
Perpustakaan Sidogiri Terima Kunjungan dari Ponpes al-Fatah Temboro
Selain itu, Ust. Faisol meyatakan bahwa, dalam studi banding ini solusi-solusi yang diberikan hampir semuanya relevan dengan keadaan di Pondok Bata-Bata. Semoga dengan begitu, dapat memberikan banyak manfaat bagi perkembangan kebahasan di PP. Bata-Bata.
“Alhamdulillah studi banding ini kali ini sangat memuaskan, dari banyak sisi, terdapat hal-hal baru yang kami dapatkan dari Pondok Pesantren Sidogiri,” ujar Ust. Faisol.
Penulis: Ulil Absor
Editor: Muhammad Faqih













Alhamdulillah, semoga barokahe sami sami ngalir..