Kamis malam, (28/08), Daerah C, asrama khusus penghafal hadits dipenuhi suasana khidmat saat kegiatan Tahfidzul Hadits semester pertama resmi ditutup. Acara yang dihadiri oleh Kepala Daerah C, Ust. Muhammad Wahyudi, ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan hafalan hadits selama satu semester sekaligus menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat baru di kalangan santri.
Dalam sambutannya, Ust. Muhammad Wahyudi memberikan dorongan kepada seluruh peserta agar tidak berhenti pada apa yang telah dicapai. Ia menekankan pentingnya melanjutkan hafalan ke kitab-kitab hadis lain setelah menyelesaikan al-Arba’in an-Nawawi dan Bulughul-Maram. Harapan itu mencerminkan visi pesantren dalam mencetak generasi penghafal hadits yang tidak hanya kuat hafalan, tapi juga berkelanjutan dalam menuntut ilmu.
Program Tahfidzul Hadits di Daerah C sendiri terbagi dalam tiga tingkatan. Pemula mengawali dengan hafalan kitab al-Arba’in an-Nawawi, kemudian melanjutkan ke tingkat menengah dengan kitab Bulughul-Maram, hingga akhirnya mencapai tingkat istimewa bagi mereka yang telah menyelesaikan hafalan kitab tersebut secara penuh. Setiap tingkatan dirancang untuk mengasah kemampuan hafalan secara bertahap, sekaligus membentuk karakter ilmiah dan spiritual para santri.
Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras selama satu semester, pengurus program tahfiz hadits memberikan penghargaan kepada kelompok dan pembina terbaik. Tim asuhan Ust. Abdullah Faqih dinobatkan sebagai kelompok terbaik, sementara Ust. Abdullah Ubad menerima penghargaan sebagai pembina terbaik. Penghargaan ini menjadi simbol keberhasilan bukan hanya bagi para penerimanya, tetapi juga bagi seluruh elemen yang terlibat dalam membina dan mendampingi santri selama program berlangsung.
Penutupan ini bukanlah akhir, melainkan langkah awal menuju pencapaian-pencapaian berikutnya. Dengan semangat yang terus menyala, para santri diharapkan mampu melanjutkan perjalanan mereka sebagai penjaga warisan hadis Nabi dan pembawa cahaya ilmu di tengah umat.
Penulis: Ariel Laza Wardi
Editor: A. Kholil












